Sabtu, 20 Desember 2014 | 04:41:54
Home / Ekonomi / Bisnis / Dephub Bekukan Izin 19 Perusahaan Pelayaran

Rabu, 03 Desember 2008 , 06:15:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Departemen Perhubungan (Dephub) tahun ini telah membekukan Surat Izin Usaha Pelayaran (SIUPAL) milik 19 perusahaan pelayaran. Sebab, perusahaan tersebut sudah tidak lagi memiliki kapal. Dephub juga meminta pengusaha pelayaran untuk segera meremajakan kapal-kapal yang sudah tua.

"Persyaratan wajib mendapatkan SIUPAL adalah memiliki kapal. Karena itu kita harus tegas bahwa SIUPAL hanya akan diberikan kepada perusahaanyang memiliki kapal," ujar Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Dephub, Leon Muhammad, Selasa (2/12).

Selain tak punya kapal, pembekuan SIUPAL juga diberlakukan jika ditemukan kapal yang tidak memenuhi standar kelayakan berlayar.

Untuk kapal tua yang banyak dioperasikan perusahaan pelayaran nasional, Dirjen Perhubungan Laut Dephub Sunaryo mengingatkan, agar para pemilik kapal segera melakukan peremajaan. "Kapal-kapal yang usia tua itu harus diremajakan, kalau tidak mampu meremajakan, mesinnya harus dirawat sehingga memenuhi syarat untuk berlayar," timpal Sunaryo.

Menurut dia, kapal tua yang beroperasi cukup banyak. Dengan kondisi itu bukan saja mengancam keselamatan pelayaran, tapi juga sangat merugikan perusahaan pelayaran itu sendiri. Sebab, kapal yang sudah tua umumnya lebih boros bahan bakar dan perawatannya juga tinggi. "Masalahnya bukan soal usia. Tapi, apakah kapal itu masih laik berlayar atau tidak. Kalau memang sudah tidak laik laut, sebaiknya jangan diberikan izin untuk berlayar," tegasnya.

Tahun lalu Dephub memang pernah berencana membatasi usia kapal maksimal 20 tahun, terutama untuk kapal penumpang. Namun, itu belum diberlakukan. Soalnya, kalau pemerintah melaksanakan ketentuan soal kelaikan operasional kapal, maka banyak perusahaan pelayaran di Indonesia yang gulung tikar. "Karena hampir semua kapal yang ada sekarang ini usianya memang sudah cukup tua," ungkapnya.

Sunaryo mengaku prihatin dengan kondisi kapal-kapal yang ada di Indonesia. Sebab banyak yang sudah tua. Namun di sisi lain, pemerintah masih sangat membutuhkan kapal-kapal itu tetap beroperasi. (wir/bas)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar