Sabtu, 25 Oktober 2014 | 23:01:19
Home / Nasional / Sosial / Biaya Sambungan Baru Listrik Dibebankan ke Pemasang

Selasa, 09 Juni 2009 , 21:14:00

Dirut PLN Fahmi Mochtar (tengah). Foto: Agus Srimudin/JPNN.
Dirut PLN Fahmi Mochtar (tengah). Foto: Agus Srimudin/JPNN.
BERITA TERKAIT

JAKARTA - Dirut PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar membantah telah menaikkan biaya penyambungan baru listrik ke rumah tangga. Hanya saja, dia mengakui kalau ada perubahan opsi pembayaran, yaitu dengan sistem waiting list (daftar tunggu) yang artinya menanti dibiayai oleh subsidi negara, serta sistem business to business (B to B) yang artinya atas permintaan masyarakat. Untuk yang kedua ini, konsekuensinya adalah masyarakat sendiri yang harus membiayai sambungan baru tersebut.

Fahmi memberitahukan, bahwa kepada unit-unit pelayanan PLN dan masyarakat, memang ada beberapa opsi terkait biaya penyambungan saluran listrik. "Opsi-opsi biaya penyambungan itu seperti business to business. Itu bukan merupakan kewajiban," ujar Fahmi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/6).

Yang jelas, akibat perubahan opsi itu, besaran biaya yang dikeluarkan masyarakat berpotensi lebih besar dari biasanya. Namun pihak direksi PLN beralasan, munculnya opsi-opsi itu disebabkan oleh menipisnya keuangan PLN, terlebih juga karena permintaan masyarakat terus meningkat. Dengan kata lain menurutnya, tidak sebanding antara kuota pemasangan sambungan baru dengan besaran dana yang diberikan pemerintah sebagai subsidi setiap tahunnya.

Fahmi pun beralasan, biaya penyambungan baru pada dasarnya tetap menggunakan tarif lama, sesuai aturan pemerintah dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM No 2038.K/40/MEM/2001. "Namun mengingat keterbasan pendanaan untuk perluasan jaringan distribusi guna melayani pelayanan penyambungan baru, PLN akan memenuhi permintaan penyambungan baru sesuai kemampuan pendanaan PLN," jelasnya.

Fahmi mengatakan bahwa untuk memastikan pelayanan penyambungan baru berjalan sesuai permintaan masyarakat dan mengacu pada pertumbuhan ekonomi, PLN pun akan meminta kepada pemerintah dan DPR agar menambah subsidi. Alasannya, agar PLN bisa menjalankan kewajiban PSO (public service obligation).

Fahmi juga mengakui bahwa berita kenaikan tarif penyambungan listrik baru ke rumah tangga itu merupakan kebijakan direksi, meski sifatnya sementara. "Hal tersebut merupakan salah satu upaya PLN, mengingat keterbasan pendanaan investasi untuk perluasan jaringan distribusi. Di sisi lain, PLN menghadapi permintaan yang mendesak dari masyarakat untuk mendapatkan sambungan listrik," cetusnya. (gus/JPNN)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 16.02.2013,
        10:11

        Begitu banyaknya kopetensi alam indonesia yg mendukung kenapa pt pln milik negara ini tidak di gunakan untuk kemakmuran masarakat.contohnya di kab.aceh singkil kec.suro makmur tepatnya di dusun desa pangkalan sulampi,di dusun ini.di karenakan jaringan listrik belum masuk,ada sekitar 80.rumah di tinggalkan oleh pemiliknya. berhubung penerangan di sini belum masuk, pd hal di desa ini ada sebuah air terjun yg bisa di manfaatkan oleh pln,semacam plta, ketika pemerintah desa kami tsbt bersama masakat ingin memasukan infetor suasta tetapi banyak kalangan menyarankan lebih baik pihak pln negara saja yg mengelola katanya oleh sebab itu pemerintah desa pun pernah mengusulkan ke kantor2 pln setempat.agar dapat mempasilitasinya hingga dusun kami ini, sampai dapat jaringan pln tsbt agar masarakat dapat memulai kembali ke hidupan nya di dusun desa pangkalan sulampi tsbt apa lg perumahan ini adalah program yg berasal dari pusat dan propinsi yg berbentuk trns migrasi lokal tp sekarang semacam terabaikan From mobile
      2. 16.02.2013,
        09:59
        Sukisman
        Begitu banyaknya kopetensi alam yg mendukung kenapa pt pln milik negara ini tidak di gunakan untuk kemakmuran masarakat contohnya di kab.aceh singkil kec.suro makmur desa pangkalan sulampi di desa ini di karenakan jaringan listrik belum masuk ada sekitar 100.rumah di tinggalkan oleh pemiliknya berhubung penerangan di sini belum masuk pd hal di desa ini ada sebuah air terjun yg bisa di manfaatkan oleh pln ketika pemerintah desa kami tsbt bersama masakat ingin memasukan infetor suasta tetapi banyak kalangan mengatakan lebih baik dari pihak pln negara saja yg mengelola katanya oleh sebab itu pemerintah desa pun pernah mengusulkan ke kantor2 pln setempat agar dapat mempasilitasinya hingga desa kami sampai ke dusunnya dapat jaringan pln tsbt agar masarakat dapat memulai kembali ke hidupan nya di dusun desa pangkalan sulampi tsbt apa lg perumahan ini adalah program yg berasal dari pusat yg berbentuk trns migrasi lokal From mobile