Selasa, 29 Juli 2014 | 07:33:48
Home / Features / Frederica Widyasari Dewi, dari Artis Sinetron ke Kursi Direktur BEI

Senin, 13 Juli 2009 , 06:37:00

BERITA TERKAIT

Jajaran direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) kini lebih berwarna. Itu tak lain karena kehadiran Frederica Widyasari Dewi, mantan artis dan model yang menduduki salah satu kursi direktur.


----------------------------------
Andreswari W., Jakarta

----------------------------------


NAMA Frederica Widyasari Dewi sangat dikenal di dunia pasar modal Indonesia lima tahun terakhir. Maklum, sebagai "juru bicara" Bursa Efek Indonesia (BEI) nama Kiki -panggilan akrabnya- kerap muncul di berbagai media. Bahkan, sejak 1 Juli lalu, wanita 34 tahun itu menjabat salah seorang direktur BEI.

Kiki memulai karir di BEI yang dulu bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ) sebagai corporate secretary alias sekretaris perusahaan. Sebuah jabatan yang cukup strategis karena dia menangani komunikasi eksternal dan internal BEJ/BEI, termasuk di dalamnya mengembangkan pasar modal di Indonesia. Dia fasih menjelaskan frasa-frasa dunia keuangan yang rumit. Dia juga tak segan bekerja keras untuk membantu memulihkan pasar modal Indonesia yang terkena imbas krisis global sehingga Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI terpangkas habis.

Kiprah Kiki di dunia pasar modal cukup mencengangkan. Sebab, dia sebenarnya bukan orang keuangan. Dunia dia sebelumnya sangat jauh dari masalah keuangan, apalagi bursa yang rumit itu.

Pada era 1995-an, Kiki lekat dengan kehidupan dunia entertainment. Sebelum berkecimpung di dunia keuangan, dia melakoni profesi sebagai model, presenter, bintang sinetron, maupun bintang iklan. Beberapa sinetron yang dia bintangi antara lain Angling Darmo, Panji Manusia Milenium, dan Doaku Harapanku. Saat itu dia masih kuliah di Fakultas Ekonomi UGM.

Awal 2000, dia meninggalkan dunia artis dan melanjutkan studi di California State University di Kota Fresno, Amerika. Dia meraih gelar MBA pada 2004. Sejak itu dia memutar haluan karirnya ke BEJ.

Pada 9 Juli lalu, untuk kali pertama sebagai direktur, dia memberikan keterangan pers. ''Aduh, aku nervous nih,'' katanya ketika dikerubuti wartawan. Tak heran Kiki merasa gugup. Sebab, kali ini dia memberikan penjelasan yang bisa memengaruhi dunia pasar modal Indonesia. Yakni, soal pengembangan usaha BEI sebagaimana tugas dia sebagai direktur pengembangan usaha.

''Aku ini masih baru. Jadi, kalau ada pertanyaan serius, ke Dirut aja ya,'' ujar satu-satunya wanita direktur di BEI tersebut.

Soal pengembangan BEI, Kiki membeberkan rencananya menjadikan pasar modal lebih dikenal masyarakat Indonesia. ''Kuncinya edukasi sejak dini,'' sebutnya yakin.

Penyandang gelar Diajeng Jogjakarta 1994 dan Putri Ayu Jogjakarta 1995 itu mengatakan, dalam tiga tahun ke depan BEI menargetkan memiliki satu persen dari seluruh penduduk Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal. ''Itu artinya 2,3 juta penduduk Indonesia. Padahal, dari data di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), rekening investor baru sekitar 300 ribuan.''

Selanjutnya, otoritas bursa memetakan jumlah riil investor di tanah air melalui program identitas tunggal (single ID). Jika terealisasi, program ini akan memudahkan BEI menggenjot investor.

Tugas ini memang menjadi tanggung jawabnya. Sebab, salah satu tugasnya adalah menaikkan jumlah investor besar-besaran. ''Dalam beberapa tahun ini kami sudah melakukan sosialisasi pasar modal secara masif. Namun, jumlah investor masih di angka itu itu juga,'' ujar direktur termuda BEI itu.

Dari segi penampilan, Kiki juga berubah drastis. Dia yang sebelumnya cenderung memakai pakaian modis, berwarna, dan cerah, kini harus mengenakan setelan baju kerja resmi. Itu karena jabatan baru yang diembannya menuntut dia tampil lebih serius. Namun, tidak berarti keramahan yang menjadi ciri khas dia terkikis. Kiki tetap menjawab setiap pertanyaan wartawan dengan menyenangkan.

''Saat ini BEI berencana mengusulkan ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk memasukkan pasar modal dalam kurikulum mata pelajaran di tingkat SMA. Ini salah satu program kami,'' kata wanita yang masih betah melajang itu.

Dia memaparkan, tujuan program tersebut adalah memasyarakatkan pasar modal di Indonesia sehingga mempercepat proses peningkatan jumlah investor di BEI. Untuk tahap awal, masalah pasar modal bisa dimasukkan ke mata pelajaran ekonomi. Meski tidak berdiri sendiri, langkah awal ini dinilai dapat memberikan pengetahuan kepada generasi muda. Dengan demikian, ke depan diharapkan ada transfer pengetahuan kepada masyarakat luas soal dunia yang oleh orang awam dianggap rumit.

''Untuk anak SMA, pelajaran pasar modal mungkin masih agak sulit. Makanya, pelaksanaannya digabung dengan pelajaran lain. Kalau di luar negeri, pasar modal diperkenalkan sejak dini. Kita coba ke sana,'' ucap wanita tinggi semampai ini.

Lewat lembaga pendidikan pula, dia ingin menjaring investor masa depan. ''Orang kaya yang sudah lama atau perusahaan keluarga mungkin tidak berpikir untuk melakukan investasi maupun membesarkan usaha melalui pasar modal. Namun, mind set anak-anak mereka bisa diubah dengan menjadikan pasar modal sebagai bagian penting bagi mereka maupun bagi Inonesia sendiri,'' ujar Kiki.

Karena itu, BEI juga berencana bekerja sama dengan Universitas Indonesia untuk membuka Sekolah Tinggi Pasar Modal pada 2010. Tujuannya mencetak ahli di bidang pasar modal yang hingga kini jumlahnya masih minim. ''Jenjang pendidikannya mulai S-1, S-2, dan executive training. Biaya sama dengan jenjang pendidikan yang setara,'' papar Kiki antusias. ''Pengajarnya dari pelaku pasar dan dosen murni. Kami juga akan memberikan beasiswa bagi anggota bursa,'' ujar wanita yang juga menduduki posisi wakil ketua Komite Perbankan dan Permodalan Kadin tersebut.

Kiki termasuk sosok unik. Di saat karirnya di dunia keartisan menanjak, dia tak mau memanfaatkan momen tersebut. Dia lebih memilih balik ke Jogjakarta untuk menyelesaikan studi dan kemudian melanjutkan ke Amerika. Menurut wanita bertubuh seksi ini, orang tuanya mendidik anak-anaknya lebih mengedepankan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Apalagi, sang ayah dosen di UGM.

Kini, setelah menjadi pejabat BEI, Kiki tak melupakan teman-temannya sesama artis seangkatannya. Dia juga pernah mengundang mereka ke BEI. Misalnya, Krisdayanti, Gugun Gondrong, dan Adrian Maulana. Di antara mereka, ada yang menginvestasikan uangnya di BEI.

Dalam blog-nya, Kiki mengaku pernah bercita-cita sederhana, yakni menjadi mayoret. Dan, cita-cita itu digapainya saat duduk di bangku SMP. (nw)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 16.03.2013,
        08:22
        retno ambarwati utami
        ingen sekali menjadi sepertinya,.,.,.,.
        dengan menggapai hasil dngn sendirinya