Kamis, 21 Agustus 2014 | 21:05:41
Home / Berita Daerah / Jawa / Sekeluarga Jadi Korban Pembunuhan

Kamis, 19 Juni 2008 , 12:32:00

CIMAHI – Sekeluarga jadi korban pembunuhan sadis. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Citopeng RT 07/22, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Korbannya pembunuhan sadis itu, Oman Somantri (45), Omara alias Kokom (40) dan Dian Syahri Ramdani (13).

Ketiga korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di rumahnya, Rabu (18/6) sekitar pukul 9.30 WIB. Peristiwa yang menggegerkan itu, rupanya mengundang rasa penasaran warga, sehingga area rumah korban pun dalam hitungan menit dipadati warga yang ingin melihat korban pembunuhan sadis ini

Saksi mata yang juga tetangga korban, Sukiyem (58) memaparkan, sebelum ditemukannya tiga jasad tetangganya itu, sekitar pukul 08.00 anak korban, Santi Susanti (27) sempat  mendatangi rumah orangtuanya itu, namun ia balik lagi lantaran setelah beberapa kali mengetuk pintu tidak ada yang menjawab.

“Barangkali dia (santi, Red) menganggap keluarganya itu sudah pada keluar rumah. Sebab, pasangan suami dan istri keluarga korban bekerja di pabrik tekstil, sedangkan anaknya (Dian, red) sekolah di SMPN 41 Bandung,” terang Sukiyem.

Setelah melihat Santi meninggalkan rumah keluarganya itu, lanjut Sukiyem, dirinya merasa curiga ada yang tidak beres di rumah itu. Sebab, sudah beberapa hari lampu rumah korban nyala terus. “Kecurigaan saya semakin kuat, saat saya melihat lampu dan melihat bagian dekat jendela banyak sekali lalat,” terangnya.

Ia mengaku, kemudian dirinya mengambil tangga untuk melihat kondisi dalam rumah lewat jendela. “Tapi saat melihat lewat jendela, tercium bau yang sangat menyengat. Seperti bau mayat yang sudah busuk,” terangnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Sukiyem mengatakan, dirinya sangat terkejut saat melihat dari luar jendela ada empat kaki yang tergeletak di dalam kamar mandi. “Mengetahui hal itu saya langsung melapor lepada keamanan setempat (Sukimin, red),” terangnya dengan nada semangat.

Sementara itu, Aparat Keamanan setempat, Sukimin (45) memaparkan, saat dipanggil Sukiyem, dirinya langsung menghampiri tempat yang terdapat bau menyengat tersebut. Ia mengaku, dirinya pun merasa penasaran. karena tidak bisa masuk lewat pintu depan dirinya berusaha untuk melihat apa yang terjadi di dalam itu dengan cara naik keatas loteng.

“Soalnya di atas loteng akan trlihat jelas. Stelah saya lihat, saya langsung lemas melihat ada tiga orang meyat yang tergeletak dilantai,” terangnya sambil menutup hidung karena bau tersebut sangat menyengat beberapa meter puluh dari luar rumah.

Ia menambahkan, setelah tahu didalam rumah tersebut ada tiga orang mayat, irinya langsung menelfon tim identivikasi Polresta Cimahi untuk memeriksa tempat rlumuran darah ini.

“Saya sangat kaget, karena masyarakat sudah tahu ada mayat di rumah ini, takutnya dengan banyaknya masyarakat akan sangat menggangu penyelidikan Polisi,” terangnya.

Jenazah Oman dan Dian ditemukan di kamar mandi. Oman dalam keadaan bersandar di dinding bak air, sedangkan Dian tertelentang di tempat cucian. “Sementara, jasad Bu Kokom kami temukan di kamar tidur. Sebagian tubuhnya berada di bawah ranjang. Cuma kakinya yang menjulur.

Berdasarkan hasil identifikasi, ketiga korban mengalami luka parah di bagian kepala. Diduga, mereka dianiaya menggunakan besi pipih yang tidak tajam. Sehingga, efek yang ditimbulkan bukan luka bacokan, tapi remuk. Korban yang paling parah adalah Bu Kokom dengan remuknya kepala karena dihantam benda keras. Semantara itu Oman dan  ungkapnya.

Kapolresta Cimahi, AKBP Eko Budi Sampurno mengungkapkan, dugaan sementara pembantaian ini adalah berlatar belakang pencurian dengan kekerasan (curas), pelanggaran Pasal 365 KUH-Pidana. “Apalagi, sepeda motor merek Tossa dan handphone merek nokia milik korban ikut raib,” katanya.

Eko menambahkan, bahwa si pelaku bukanlah orang jauh. Polisi pun tak menemukan kerusakan pada pintu, jendela, maupun bagian lain di rumah itu.

“Artinya, pelaku adalah orang yang dikenal korban. Namun, untuk lebih jelasnya, tunggu saja hasil penyelidikan kami. Mudah-mudahan segera terungkap,” kata kapolres. (jpnn)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar