Jumat, 28 Agustus 2015 | 12:08:22

Kamis, 19 Juni 2008 , 14:02:00

JAKARTA – Salah satu Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah meningkatnya usia harapan hidup (UHH) manusia Indonesia. Dalam rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Depkes diharapkan UHH meningkat dari 66,2 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,6 tahun pada tahun 2009.

Dengan meningkatnya UHH, maka populasi penduduk lanjut usia juga akan mengalami peningkatan bermakna. Pada tahun 2010 diperkirakan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia, sebesar 24 juta jiwa atau 9,77  persen dari total jumlah penduduk.

Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Budihardja menyatakan, peningkatan jumlah penduduk usia lanjut akan diikuti dengan meningkatnya permasalahan kesehatan. “Ini seperti masalah kesehatan indera pendengaran dan penglihatan, kesehatan jiwa dan sebagainya,” ujar Budihardja.

      Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ditetapkan pada tanggal 29 Mei 1996 dan terus diperingati setiap tahunnya. “Melalui tema ini diharapkan dapat memotivasi dan menggerakkan para lanjut usia, keluarga, organisasi sosial, masyarakat dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia dengan mengembangkan jiwa dan semangat kesetiakawanan sosial,” paparnya.

      Budi menambahkan bahwa pada lanjut usia terjadi kemunduran sel-sel karena proses penuaan yang dapat berakibat pada kelemahan organ, kemunduran fisik, timbulnya berbagai macam penyakit terutama penyakit degeneratif.

      “Hal ini akan menimbulkan masalah kesehatan, sosial dan membebani perekonomian baik pada lanjut usia maupun pemerintah karena masing-masing penyakit tersebut cukup banyak memerlukan dana baik untuk terapi dan rehabilitasinya,” ungkapnya.

      Dikatakan, rencana hidup lansia idealnya sudah dirancang jauh sebelum memasuki masa lanjut usia, paling tidak individu sudah punya bayangan aktivitas apa yang akan dilakukan kelak sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

      Diharapkan para lanjut usia melakukan pola hidup sehat yakni dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktivitas fisik/olahraga secara benar dan teratur serta tidak merokok. “Kegiatan ini perlu terus untuk disosialisasikan bagi masyarakat sejak berusia muda maupun yang telah berusia lanjut,” tambahnya

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar