Selasa, 02 September 2014 | 16:11:45
Home / Internasional / Timur Tengah / Iran Uji Tembakkan 9 Rudal

Kamis, 10 Juli 2008 , 09:37:00

BERITA TERKAIT

TEHERAN – Iran tak main-main dengan ’’peringatan perang’’ terhadap militer Israel dan Amerika Serikat yang bertugas di Teluk Persia. Negeri Para Mullah itu mengujitembakkan sembilan rudal domestik berdaya jelajah panjang dan menengah Rabu (9/7).
    ”Tujuan latihan perang ini adalah menunjukkan kemampuan kami melawan musuh yang beberapa pekan terakhir mengancam Iran lewat kata-kata mereka,” tandas Jenderal Hossein Salami, komandan Angkatan Udara (AU) Garda Revolusi Iran. Latihan perang The Great Prophet III yang melibatkan Angkatan Laut (AL) Garda Revolusi itu diadakan di ujung Selat Hormuz, perairan strategis yang dilewati sekitar 40 persen tanker minyak dunia.
    Dalam rekaman gambar yang dipublikasikan kantor berita pemerintah IRNA, terlihat sedikitnya tiga rudal ditembakkan berurutan. Salah satu diantaranya versi terbaru rudal Shahab-3 yang daya jangkaunya mencapai 2.000 km. Rudal itu juga mampu membawa hulu ledak konvensial seberat 1 ton. Pejabat militer Iran menyatakan, rudal-rudal itu berpotensi menghancurkan Israel, Turki, Semenanjung Arab, Afghanistan dan Pakistan.
     Salami menegaskan, kini Garda Revolusi hanya tinggal menekan tombol, dan meluncurlah rudal-rudal dahsyat Iran ke negara musuh. ”Mereka (musuh) harus mulai berhati-hati. Sebab, gerak-gerik mereka selalu kami pantau,” tandasnya. Selasa (8/7) ajudan Pimpinan Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shirazi, menyebut armada militer Israel dan AS di Teluk Persia lah yang akan menjadi target pertama.
Hingga latihan perang berakhir, total ada sembilan rudal yang diujitembakkan Iran. Selain Shahab-3, rudal canggih lain yang juga diujikan kemarin (9/7) termasuk Zelzal dan Fateh. Dua rudal berdaya jangkau menengah itu masing-masing mampu membidik sasaran dengan jarak 400 km dan 170 km. ”Hulu ledak Shahab-3 akan meledak sebelum menabrak target, sehingga kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih parah,” siar kantor berita Fars. (AP/AFP/hep/ami)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar