Selasa, 09 Februari 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Nusantara ** BARU ** Interaksi antar pembaca JPNN.COM dapat dilakukan melalui akun jejaring sosial Facebook >>
 
 
   
Senin, 23 Februari 2009 , 10:15:00
 
MAKASSAR- Dukungan parpol lain terhadap usul pencapresan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla terus mengalir. Kali ini datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai berlambang dua bulan sabit dan padi itu mengusulkan Hidayat Nurwahid sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Kalla.
 
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS Anis Matta mengatakan, pencalonan Kalla merupakan terobosan baru. "Untuk kali pertama orang luar Jawa diusung menjadi calon presiden. Bagi saya, pencapresan itu sekaligus menghilangkan sekat Jawa dan luar Jawa. Itu juga bisa membuka pilihan-pilihan baru bagi masyarakat," kata Anis di sela-sela bedah buku karyanya yang berjudul Serial Cinta di gedung STIA-LAN, Makassar, Minggu (22/2).
 
Menurut Anis, internal PKS sepakat membicarakan capres setelah Pemilu Legislatif 2009. Meski demikian, jauh-jauh hari dia menawarkan Hidayat Nurwahid (HNW) sebagai pendamping JK. "Komposisi JK-HNW ini bisa sangat kuat pada Pilpres 2009. Secara geopolitik, pasangan ini paling layak karena mewakili Jawa dan luar Jawa," jelasnya.
 
Ditanya apakah DPP PKS sudah punya langkah konkret untuk mewujudkan koalisi Kalla-Hidayat, Anis mengulangi pernyataannya bahwa PKS membicarakan pencapresan setelah pemilu legislatif. Yang pasti, lanjut Anis, PKS bakal serius menjalin komunikasi dengan Partai Golkar untuk meloloskan paket Kalla-Hidayat.
 
Dari Magetan, Jawa Timur, pernyataan Kalla yang maju sebagai capres menuai apresiasi dari Ketua Majelis Penasihat Partai DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Dia juga berharap, langkah Kalla itu tidak berhenti di tengah jalan. "Sangat betul jika JK maju sendiri. Politikus itu seharusnya mempunyai pendirian, jangan hanya mau jadi nomor dua. Golkar itu kan masuk partai besar," kata Amien setelah mengisi acara dialog interaktif di radio Bagaskara Magetan Minggu (22/2).

Sebelum dialog di radio tersebut, mantan ketua MPR itu menghadiri milad ke-99 Muhammadiyah di GOR Ki Mageti dan jamuan makan bersama di rumah dinas bupati Magetan.
 
Menurut dia, langkah tiga partai besar, yakni Partai Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat, untuk mengusung capres sendiri-sendiri tidak salah. Hanya, dia mengimbau nanti setelah memiliki capres sendiri, mereka bisa bertarung secara fair. "Saya kira cukup baik jika partai besar itu punya calon terbaiknya untuk menghasilkan cetak biru bagi negara Indonesia,," jelasnya.
 
JK dan Partai Golkar, lanjut Amien, harus bisa berkaca pada pengalaman sebelumnya. Ketika berkoalisi dengan Partai Demokrat, menurut dia, Golkar terkesan hanya seperti "partai rental"  yang disewa dengan imbalan tertentu. "Itu patut disayangkan untuk partai sebesar Golkar. Hanya karena imbalan sekian miliar rupiah, memperoleh dukungan itu jelas tidak mendidik," tutur Amien.
 
Ketika ditanya apakah dia maju menjadi capres, mantan ketua MPR itu masih menyatakan wait and see. Sedikit berkelakar, dia menyatakan siap untuk berada di kursi cadangan, itu pun kalau diminta. "Saya memperhitungkan momen dulu. Kalau masalah orang membicarakan usia saya yang mulai senja, itu tidak jadi masalah. Sebab, saat ini saya masih sehat dan bisa memberikan kontribusi untuk negara,"paparnya.
 
Amien sempat pula menyoroti sikap SBY selaku presiden yang dinilai terlalu berlebihan menanggapi reaksi keras kubu Golkar terkait pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Demokrat Achmad Mubarok yang dianggap telah melecehkan Golkar. "Seorang presiden itu terlalu dini mengurusi hal-hal yang terlalu remeh dan tidak perlu,"jelasnya. (sap/ota/jpnn/agm)
 
    JPNN.COM | PKS Siapkan Hidayat Cawapres Kalla
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
  • Facebook
 
Komentar Anda untuk berita/artikel "PKS Siapkan Hidayat Cawapres Kalla"
 
   
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Mati Listrik 10 Jam? Di Surabaya?
RASANYA tidak masuk akal. Apalagi, itu terjadi di akhir bulan Januari 2010 di saat semestinya tidak ...
Other
 
Kolom Bersihar Lubis
Kerbau Itu Ikon Demokrasi
KUINGAT lagi kolom yang kutulis sembilan tahun silam, tentang kerbau sebagai ikonologi di majalah Ga ...
Other
 
Gunakan akun Facebook Anda di forum ini
 
 
   
 
Home Nasional Nusantara Politik Ekonomi Internasional Olahraga Hiburan Teknologi