Selasa, 09 Februari 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Nusantara ** BARU ** Interaksi antar pembaca JPNN.COM dapat dilakukan melalui akun jejaring sosial Facebook >>
 
 
   
Selasa, 26 Mei 2009 , 19:56:00
 
JAKARTA- Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Suhardi Suryadi membenarkan bahwa kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa mengalihkan dukungannya ke JK-Wiranto karena istrinya berjilbab. Alasannya, sikap PKS dalam hal mendukung pasangan capres-cawapres masih berdasarkan simbol yang lebih dekat pada simbol keagamaan. "Konstituen PKS memang melihat lebih pada simbol," tutur Suhardi di Jakarta, Selasa (26/5).

Dia menilai, saran PKS agar istri SBY dan Boediono mengenakan jilbab hanyalah manuver PKS untuk meningkatkan nilai tawar ke Partai
Demokrat. "Jika SBY menang nanti, PKS beralasan mengklaim kemenangan itu tak lepas dari andil mereka. Sebaliknya, jika kalah PKS tetap aman," ujar Suhardi.

Dia mengatakan hal itu menanggapi Ketua Fraksi PKS DPR Mahfud Sidik yang menilai, pencitraan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono akan semakin bagus bila Ani Yudhoyono dan Herawati Boediono mau mengenakan busana muslimah. Dia mengatakan,tidak tertutup kemungkinan saran PKS itu akan disampaikan secara resmi ke SBY-Beodiono. PKS menganggap ini penting untuk meraih simpati konstituen muslim.

"Memang (penampilan) istri JK dan Wiranto bagus. PKS bisa saja menyarankan ibu Ani dan istri Boediono agar memakai kerudung," terang Mahfud Sidik, di Jakarta, Selasa (26/5).

Hitung-hitungan kasar PKS menyebutkan, pencitraan semacam ini diyakini sanggup  mendongkrak perolehan suara duet SBY-Boediono pada Pilpres mendatang. Apalagi, kata Mahfud, sejauh ini manuver politik untuk  membidik pemilih dari kalangan muslim memang belum banyak dilakukan tim sukses SBY-Boediono.

Mahfud menegaskan, PKS secara langsung bisa lebih mudah mengarahkan pilihan para kader dan simpatisan andai saran mengenakan jilbab diikuti pasangan SBY-Boediono. Diakui, istri capres-cawapres JK-Wiranto yang mengenakan jilbab menjadi daya tarik kuat bagi warga PKS. Meski partai sepenuhnya mendukung duet SBY-Boediono, namun sikap resmi partai itu tidak ada jaminan bakal diikuti seluruh kadernya.

Mahfud mengakui, PKS tidak bisa menjaga konstituennya 100 persen memilih SBY-Boediono. "Tapi berdasarkan pengalaman paling tidak sekitar 90 persen kader loyal ke partai," ujarnya. Sebelumnya, Wasekjen DPP PKS Zulkieflimansyah mengakui sebagian warga PKS hatinya masih ke JK-Wiranto dengan alasan istrinya berjilbab.(ysd/JPNN)
 
    JPNN.COM | Pengamat : Isu Jilbab Hanya Manuver PKS
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
  • Facebook
 
Komentar Anda untuk berita/artikel "Pengamat : Isu Jilbab Hanya Manuver PKS"
 
   
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Mati Listrik 10 Jam? Di Surabaya?
RASANYA tidak masuk akal. Apalagi, itu terjadi di akhir bulan Januari 2010 di saat semestinya tidak ...
Other
 
Kolom Bersihar Lubis
Kerbau Itu Ikon Demokrasi
KUINGAT lagi kolom yang kutulis sembilan tahun silam, tentang kerbau sebagai ikonologi di majalah Ga ...
Other
 
Gunakan akun Facebook Anda di forum ini
 
 
   
 
Home Nasional Nusantara Politik Ekonomi Internasional Olahraga Hiburan Teknologi