Jumat, 24 Oktober 2014 | 23:49:30
Home / Nasional / Sosial / Jadwal Kepulangan 10 Ribu Jemaah Haji Berubah

Senin, 23 November 2009 , 12:31:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Jemaah haji Indonesia musim ini akan terlambat pulang ke tanah suci. Penyebabnya, lima pintu (gate) bandara untuk keberangkatan internasional di Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jedah, belum rampung pembangunannya. Departemen Agama (Depag) RI memperkirakan ada 24 kelompok terbang (kloter) yang harus dilakukan penjadwalan ulang kepulangannya ke Indonesia, setelah para tamu Allah SWT itu menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci. Rombongan jemaah yang diperkirakan berubah jadwalnya ialah 24 kloter minggu pertama yang mulai diterbangkan sejak 31 November 2009.

"Memang ada lima gate bandara yang belum selesai pembangunannya. Penundaan kepulangan itu berlaku bagi semua jemaah dari berbagai dunia. Bukan hanya dari Indonesia," kata Sekjen BPIH Depag, Abdul Ghafur Djawahir, Senin (23/11).

"Yang kita khawatirkan, terjadi perubahan jadwal untuk 24 kloter kita, mereka yang pulang minggu pertama. Tapi setelah itu, jadwal kloter lainnya akan normal lagi. Kan jemaah dari Pakistan dan negara lainnya tidak sebanyak jemaah Indonesia. Jadi kita bisa gunakan pintu mereka yang sudah kosong," ungkap Ghafur.

Ghafur menyebutkan bahwa penundaan kepulangan jemaah ke tanah air itu bukan dalam arti di-delay, tetapi memang jadwalnya diubah. "Bukan delayed. Kalau delayed itu kan jemaahnya sudah berada di bandara. Tapi jadwal itu memang diubah sejak sekarang. Mudah-mudahan pihak Bandara King Abdul Aziz bisa segera menyelesaikan pembangunan lima gate-nya," katanya pula.

Jemaah Indonesia yang berada pada 24 kloter pertama itu sendiri ada sekitar 10 ribu jemaah, dari total 208.240 jemaah, yang terdiri dari jemaah reguler dan ONH Plus. Seluruh jemaah kini sudah berada di kota Mekah Almukaromah. Total kloter jemaah Indonesia sendiri adalah sebanyak 478 kloter. Dalam satu kloter terdiri dari 325 hingga 450 jemaah. Rencananya, seluruh jemaah harus sudah diterbangkan ke tanah air paling lambat 31 Desember 2009.

Sementara itu, jemaah haji Indonesia yang meninggal dalam proses menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci masih bertambah. Hingga kini jumlahnya mendekati 100 jemaah. Catatan Depag hingga 21 Nopember, tepatnya sudah ada 91 jemaah yang wafat. Beberapa nama terakhir yang tercatat ialah Abdul Karim Bin Tato dari Dompu, Jawanar Binti Kamil dari Sianok, Razali Bin Abdul Karim dari Bireuen, Solechah Binti Mat Raji (Alm) dari Surabaya, Sumirah Noto Suparjo Binti Harjo Suwito dari Gunungkidul, serta Abdulrochman Bin Aim dari Cianjur. (gus/JPNN)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar