Sabtu, 31 Juli 2010  
   
NASIONAL - HUKUM
Kamis, 11 Maret 2010 , 21:10:00

JAKARTA - Janji kampanye pencalonan Presiden Barack Obama mengenai penutupan penjara Guantanamo, akan kembali ditagih pada saat kedatangannya ke Indonesia. Terlebih lantaran tahanan teroris asal Indonesia, Hambali, mendekam di sana.

Imparsial, lembaga pemerhati hak asasi manusia, menyatakan bahwa kedatangan Obama kelak akan menjadi momentum untuk menagih janji kampanyenya soal penutupan penjara Guantanamo. Imparsial pun mendesak para tersangka terorisme untuk segera dihadapkan ke pengadilan.

Managing Director Imparsial, Poengky Indarti menyatakan, harusnya pemerintah Indonesia yang berinisiatif membicarakan hal ini. Terlebih katanya, karena Hambali ditengarai berada dalam tahanan di Guantanamo. Dia menyatakan, pemberlakuan penahanan tanpa kepastian kapan diadili itu, sama artinya dengan peradilan sesat. "Atas nama HAM, maka Presiden SBY diharapkan dapat membicarakan hal ini dengan Obama," katanya.

Medio Januari lalu, sebenarnya Obama telah kehabisan tenggat waktu, terhadap janji kampanye yang diumbarnya, untuk menutup penjara di pangkalan AL AS di Kuba itu. Penjara tersebut merupakan warisan Presiden AS terdahulu, George W Bush, yang 'konon' berisi orant-orang yang diduga terlibat insiden 11 September 2001. Tak hanya itu, penjara tersebut juga berisi para korban salah tangkap pihak AS.

Lebih separuh dari 192 orang yang masih mendekam di Penjara Guantanamo itu, direncanakan akan direpatriasi maupun dibebaskan ke negara-negara ketiga. Hambatan yang ditemui pemerintahan Obama, adalah serangan politik terhadap rencana merumahkan para narapidana Guantanamo di AS, serta pengaruh Al Qaeda di negara-negara asal para napi yang akan dibebaskan. (lev/jpnn)

RELATED NEWS


Komentar (0)

Nama :
Email :
Komentar :

 
  TOP STORY
Dani Pedrosa Chris John
Nilai Saya Hanya Enam Bersiap Gantung Sarung Tinju