|
NASIONAL - SOSIAL
Jum'at, 12 Maret 2010 , 08:13:00
JAKARTA – Meski pemerintah menyatakan untuk sementara ini dilakukan moratorium atau jeda pemekaran, namun aspirasi dari daerah untuk memisahkan diri dari induknya terus bermunculan. Anggota Komisi II DPR Amrun Daulay mengaku heran dengan fenomena ini. Dia mengibaratkan banyaknya aspirasi pemekaran di saat masa moratorium ini, dengan lomba lari 100 meter.
“Saat aba-aba pistol belum ditembakkan, sudah pada nyuri start. Apalagi kalau nanti sudah ditembakkan (masa moratorium pemekaran berakhir, red),” ujar Amrun Daulay kepada JPNN, tadi malam (11/3).
Amrun mengatakan hal itu berdasarkan hasil sementara menampung suara-suara dari masyarakat, saat dirinya mengisi waktu reses DPR menemui konstituennya di Sumut.
Di hadapan konstituennya, politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan evaluasi terhadap seluruh daerah baru hasil pemekaran. Hasil evaluasi akan dijadikan acuan membuat grand design penataan daerah.
Berikutnya, akan dilakukan revisi UU No.32 tahun 2004, yang kemungkinan besar juga akan mengubah persyaratan pembentukan daerah otonom baru. Aturan yang baru akan memperketat persyaratan pemekaran.
“Jadi akan diperketat. Aspirasi pemekaran bukan untuk visi yang sempit, bukan untuk suku, agama, atau pejabat tertentu. Tapi harus benar-benar memenuhi syarat agar tujuan peningkatan kesejahteraan rakyat bisa tercapai,” bebernya. (sam/jpnn)
|