Sabtu, 23 Agustus 2014 | 10:33:45
Home / Nasional / Kesehatan / Penemu Obat Anti DBD Buru Hak Paten

Jumat, 12 Maret 2010 , 18:53:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Fachrul Luthfi (40), warga Pontianak, Kalimantan Barat, secara tidak sengaja telah menemukan formulasi obat yang berfungsi sebagai anti-virus DBD. Obat yang diberi nama Formav-D itu bisa diracik dengan cepat dan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam. Setelah dikonsumsi, penderita DBD langsung menunjukkan tanda-tanda sembuh.

Sayangnya, hingga sekarang belum ada pengakuan atau hak paten obat temuannya tersebut. Namun pada Jum'at (12/3), Fachrul Luthfi datang ke kantor Kimia Farma di Jalan Veteran Jakarta. Sungguh bahagianya dia lantaran perusahaan tersebut memberikan respon yang sangat positif. Formula hasil racikan Fachrul akan dilakukan dengan pengujian serta penelitian obat.

"Pihak kimia Farma sendiri akan segera melakukan penelitian dengan obat tersebut, kemudian dalam tiga hingga enam bulan hasil dari pengkajiannya akan segera dikeluarkan, serta pembiayaan seluruhnya ditanggung Kimia Farma," kata Fachri Luthfi saat ditemui JPNN, di Jakarta, Jum'at (12/3).

Menurut alumnus sebuah Sekolah Asisten Apoteker itu, banyak wilayah di Indonesia merupakan daerah endemik dari penyakit ini. Wilayah Kalimantan pun tak luput sebagai daerah endemik. Karenanya Fachrul mencoba mencari formula yang dapat mengobati penderita demam berdarah.

Lebih lanjut Fachrul menjelaskan, obat tersebut berbahan baku jenis herbal obat tradisional yang dijual bebas di pasaran. “Ada satu bahannya yang harus impor, dan harganya sendiri tidaklah mahal," kata ayah dari Imam Tajudin dan Syahid Hafadzul Karim.

Menurutnya, obat itu ditemukan secara tidak sengaja. Setelah tidak lagi bekerja di perusahaan farmasi, dia masih melakukan 'hobi; dalam meracik obat, baik obat lokal maupun obat impor. Sejumlah kerabat dekat yang mengetahui latar belakang pendidikannya sering memanfaatkan kemampuannya ini untuk meminta dibuatkan obat alternatif.

Biasanya, saudara-saudara Fachrul meminta obat untuk sakit demam panas. Setelah diberi obat racikannya, ternyata penderita sakit sembuh. Di tahun 2006, seorang kerabat dekat kembali meminta pertolongannya untuk mengobati anak yang terserang DBD positif.

“Awalnya saya tidak begitu yakin ini anti virus DBD karena penyakit ini belum ada obatnya. Tetapi, karena kerabat saya berikan obat formulasi herbal ini. Ternyata, setelah diberikan obat ini demamnya langsung turun dan stabil sekalipun hanya diberikan satu kali,” ungkap warga yang tinggal di Komplek Serasan Permai, tanjung Raya II, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat ini.

Keesokan harinya, lanjutnya, setelah dilakukan tes laboratorium oleh seorang dokter ternyata pasien yang diberi obat racikannya dinyatakan telah negatif dari infeksi virus dengue.

Selanjutnya, pada tahun 2009, Fachrul Luthfi menceritakan penemuan ini kepada rekannya, Ali Riza Haddad yang juga pernah bekerja di perusahaan farmasi. Rekannya itu menyarankan agar formulasi herbal itu dikemas dalam bentuk kapsul dan takaran dosisnya diperhatikan.

“Rencananya kami ingin melakukan uji laboratorium terhadap efektifitas obat tersebut, tetapi mekanismenya sangat panjang dan perlu biaya mahal,” kata suami dari Ratna Sari.

Sementara saat itu di Kalimantan Barat, lanjutnya, pasien DBD terus bertambah dan perlu pertolongan cepat. Atas pertimbangan itu, mereka memutuskan untuk melakukan uji khasiat langsung terhadap pasien yang positif DBD, terutama dari kalangan kerabat atau teman dekat.

“Bahan-bahan obat ini adalah herbal tradisional. Jadi, tidak ada efek samping bagi pengguna, itulah pemikiran yang ada di benak saya, sehingga berani melakukan pengujian terhadap orang yang sedang menderita DBD,” ujar warga yang bekerja sebagai Penanggung Jawab Pedagang Besar Farmasi Kalbar ini.

Sampai sekarang, lebih lanjut dikatakannya, sudah puluhan orang yang telah merasakan khasiat dari obat racikannya. Bahkan, di Agustus 2009 lalu, khasiat obat ini juga dibuktikan oleh seorang dokter yang bertugas di salah satu puskesmas dan klinik di Kota Pontianak. Dokter yang saat itu terserang DBD juga mengonsumsi obat ini dan sembuh dengan cepat.

Berdasarkan pengalaman sang dokter yang langsung menggunakan obat tersebut, lanjut Luthfi, sapaan akrabnya, menyatakan keyakinannya bahwa obat ini merupakan anti-virus DBD. Selama ini, berdasarkan cerita dari dokter yang disampaikan Luthfi, penanganan yang diberikan hanya berupa pemberian antibiotik, antipiretik dan suplemen vitamin serta pemberian asupan cairan. Belum ada obat yang mematikan virus dengue. Prinsip perawatannya adalah membuat pasien mampu bertahan melalui masa inkubasi dengan cara mengurangi gejala atau terapi symptomatic, pemberian obat antibiotic untuk menangani infeksi sekunder dan pemberian cairan.

“Setelah dilakukan tes laboratorium dokter itu, parameter trombosit dan kekentalan darah (HCT) menunjukkan perbaikan yang signifikan,” katanya. Dengan meminum Formav-D (nama yang diberikan untuk hasil temuannya-red), demam yang diderita pengidap DBD dapat segera hilang dalam waktu relatif singkat. Kondisi pasien langsung stabil, tidak lagi fluktuatif sebagaimana ketika dirawat secara konvensional.

Fachrul Luthfi menambahkan, untuk dewasa, dosis yang diperlukan yakni 1,5 gram sekali minum sedangkan untuk anak cukup 750 gram. Mengingat obat ini adalah berbahan tradisional, pihaknya tidak takut kelebihan dosis karena efek sampingnya tidak ada.(oji/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        05:33
        cheap seo services
        tGBhND Major thanks for the article post.Really looking forward to read more. Great. From mobile
      2. 28.02.2013,
        10:53
        amlla
        Pak , punya ndak ramuan penurun berat badan yg aman
      3. 18.01.2013,
        13:41
        Hasyim Raden
        SEMOGA DPT BERMANFAAT BAGI SEMUA PASIEN DBD.................
      4. 12.03.2011,
        12:50
        syahrial
        lutfi gw minta sample dong...
      5. 24.07.2010,
        23:25
        nugroho
        bisa minta email/ no telp Bang Fachrul? bisa pesan dimana obat herbalnya? thanks
      6. 06.04.2010,
        11:25
        heri
        Wakasa CGF 40% percepat pentembuhan demam berdarah,saksikan tayangannya di SePutar Indonesia RCTI pagi pukul 05.00-06.30 tgl.6,8,9,12 dan 13 april 2010. info wakasa Heri 0274-9274236