Senin, 20 Oktober 2014 | 11:26:02
Home / Jabodetabek / Kekurangan Puskesmas

Senin, 28 Juni 2010 , 10:16:00

BERITA TERKAIT

BATUJAJAR-Kebera daan puskesmas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangat kurang. Jumlah puskesmas yang ada di KBB tidak sebanding dengan jumlah penduduk. Idealnya, rasio antara jumlah puskesmas dengan penduduk adalah 1: 20.000 orang.

Saat ini KBB baru memiliki 31 puskesmas, sementara jumlah penduduknya mencapai 1,5 juta jiwa.  ilihat dari jumlah penduduk, idealnya puskesmas yang harus dimiliki sebanyak 50 puskesmas. "Berarti masih kurang 19 puskesmas. Untuk memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat, paling baru bisa dibangun puskesmas pembantu," kata Kepala Dinas Kesehatan KBB Pupu Sari Rohayati. Keberadaan puskesmas sangat penting, karena sangat dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Diakuinya, untuk membangun puskesmas membutuhkan dana besar. Kemampuan keuangan daerah saat ini baru sebatas membangun puskesmas pembantu dan memperbaiki puskesmas yang rusak. "KBB itu daerah otonomi baru, sehingga wajar jika anggarannya terbatas.

Jadi sult kalau harus mengandalkan anggaran sendiri, perlu terobosan dan kreativitas untuk memdapat suntikan anggaran dari pemerintah pusat," kata Pupu. Selain mempersiapkan anggaran dari APBD KBB, pada tahun 2010 Pemkab Bandung Barat juga mengajukan dana alokasi khusus kepada pemerintah pusat dan minta bantuan ke Pemprov Jabar. Perbaikan sarana dan prasarana puskesmas yang dilaksanakan saat ini masih terbatas, karena anggaran yang ada terbilang minim.

Sekalipun kondisi beberapa puskesmas memprihtinkan, Pupu menegasan, pelayanan kepada masyarakat tidak sampai terganggu. Salah satupuskesmas yang banyak dikunjung pasien dari beberapa kecamatan adalah Puskesmas Batujajar. Tingginya jumlah kujungan pasien disikapi pemerintah dengan meningkatka stusnya dari puskesmas biasa menjai DTP.

"Ini jadi bukti, bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan tetap maksimal. Masyarakat buktinya tetap mendatangi puskesmas. Tapi memangidealnya selain pelayan kesehatan yang baik juga ditunjang sarana dan prasarana memadai," tuturnya.

Ia optimis perbaikan puskesmas dan peremajaan alat medis tak akan membutuhkan waktu terlalu lama. Terlebih untuk puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah selatan, seperti di Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, dan Cillin akan mendapat batuan anggaran dari comunity development pembangunan PLTA Upper Cisokan. (apt)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar