Sabtu, 04 Februari 2012  
   
KRIMINAL
Minggu, 05 September 2010 , 12:01:00

SAROLANGUN -- Seorang anggota Polsek Mandiangin, Briptu Acep Bambang nyaris tewas dikeroyok sekelompok pemuda tak dikenal (preman). Dia ditemukan bersimbah darah dalam kondisi kritis di pinggir jalan lintas di Desa Rengkiling, Kecamatan Mandiangin, Sarolangun. Sedikitnya terdapat 10 luka tusukan dan bacokan senjata tajam bersarang di tubuhnya.

Acep harus mendapat perawatan intensif di RS Asia Medika, Jambi. Dia dilarikan ke RS di Jalan Sukarno-Hatta, Kota Jambi itu, karena RSUD Sarolangun tak sanggup menangani luka yang dialaminya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, aksi pengeroyokan anggota Polsek Mandiangin itu terjadi Jumat (3/9) itu sangat cepat. Sore itu, Briptu Acep dalam perjalanan pulang ke Polsek Mandiangin, setelah selesai bertugas di Poskotis Desa Rengkiling. Dalam perjalanan, dia bertemu dengan sekelompok pemuda yang tengah kebut-kebutan di ruas jalan lintas Muaratembesi-Sarolangun tersebut.

Melihat aksi berbahaya dan mengganggu arus lalu lintas itu, Briptu Acep langsung menegur dan menghentikan aksi kebut-kebutan para pemuda tersebut. Namun, di luar dugaan, teguran Briptu Acep itu bukannya membuat para preman itu takut. Tapi mereka malah melakukan perlawanan. 

Kabarnya, dua dari belasan pemuda tersebut langsung menyerang Briptu Acep menggunakan celurit dan pisau. Mendapat serangan mendadak dan secara membabi buta, Briptu Acep jadi kelabakan. Diapun jadi bulan-bulanan tusukan dan bacokan senjata pelaku hingga roboh bersimbah darah.

Tidak hanya menganiaya, para pelaku juga merampas pistol Briptu Acep yang terselip di pinggangnya. Melihat korban tak berkutik, para pelaku kabur. "Dari informasi sementara, penganiayaan itu dilakukan dua orang," kata Kabag Ops Polres Sarolangun Kompol Eduard Pardede, saat dihubungi malam tadi.

Menurut dia, aksi pengeroyokan itu dilakukan pelaku karena mereka tak terima ditegur Briptu Acep saat kebut-kebutan di jalan. "Saat ini korban sudah dilarikan ke RS Asia Medika Jambi," ujar Eduard.

Kapolres Sarolangun AKBP Mintarjo, saat konfirmasi malam tadi mengaku sudah mengetahui identitas pelaku pengeroyokan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, anggota Polres Sarolangun dan Polsek Mandiangin masih mengejar tersangka. "Mohon bersabar, kalau bisa jangan diekspos dulu, takut nanti tersangka malah lari," ujar kapolres didampingi Kabags Ops Kompol Eduard Pardede.

Pantauan Jambi Independent (grup JPNN) di RS Asia Medika malam tadi, Briptu Acep masih dalam kondisi kritis. Ruang perawatannya dijaga ketat oleh aparat keamanan. Wartawan yang ingin meliput dilarang masuk. Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Suparsono dan sejumlah pejabat teras polda terlihat datang melihat kondisi anggota polisi nahas itu.

Namun, tidak sepatah kata pun keluar pernyataan darti mulut kapolda saat ditanya wartawan soal kejadian tersebut. Beberapa pejabat polda dikonfirmasi juga tidak mau memberikan keterangan. (amu/can)

RELATED NEWS


Komentar (0)

Nama :
Email :
Komentar :
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Yang Tidak Akan Selesai dengan Keluha ...

Hatta Rajasa
Tiga Ancaman Industri Dituntaskan

   
Advertisement

Setelah Bima, Mana Lagi?

Don Kardono
Pajak Warteg

Fakhrunnas Ma Jabbar
Sang ‘KHALIFAH’ Bernama Dahlan Bi ...

   
Advertisement
Advertisement