Sabtu, 04 Februari 2012  
   
EKONOMI - PRODUK
Minggu, 05 September 2010 , 19:26:00

MEDAN -- Harga daging ayam langsung melonjak naik. Harga satu kilogram daging ayam sudah mencapai harga Rp22 ribu sampai Rp23 ribu. Padahal, beberapa hari lalu atau sebelum puasa memasuki hari ke-20, harga satu kilogram ayam masih sekitar Rp18 ribu.

“Bukan saya yang menaikkan harga, tapi dari distributornya.  Naiknya pun berangsur-angsur dari Rp18 ribu jadi Rp20 ribu per kilo. Sempat naik lagi jadi Rp21 ribu. Sekarang sudah Rp22 ribu sampai Rp23 ribu per kilo. Besok  pun kayaknya akan naik lagi. Mungkin kisaran Rp25 ribu per kilonya,” kata Muslim, seorang penjual daging ayam yang ditemui Sumut Pos di Pajak Sukaramai Medan.

Mengenai lonjakan permintaan, sama seperti Ismail, Muslim juga memprediksi baru akan terjadi lonjakan di H-4 “Sekarang saya bisa jual mencapai 500 kilo per harinya. Tapi nanti waktu empat hari menjelang lebaran, itu bisa mencapai 1000 sampai 2000 ton,” ungkapnya.

Sementara itu penjual daging di Kota Medan mengeluhkan banyaknya peredaran daging impor yang dijual dengan harga miring di pasaran. Seperti yang diutarakan Ismail, penjual daging di Pajak Sukaramai Medan kepada Sumut Pos (grup JPNN), akhir pekan lalu.

“Tidak benar kalau daging-dagng impor itu hanya dijual di swalayan, supermarket atau mal-mal. Banyak juga yang dijual di pasaran. Parahnya lagi, harga jualnya pun sangat miring. Harga daging lokal sekarang Rp65 ribu per kilogram, sementara daging impor hanya Rp45 ribu,” tuturnya.

Karenanya, akhirnya banyak pembeli yang lebih memilih daging impor daripada daging lokal. Tentu saja hal itu berdampak dengan penghasilan para penjual daging.

“Biasanya bisa jual sampai 40 sampai 50 kilogram. Tapi sekarang, paling bisa 30 sampai 35 kilgram saja. Otomatislah, membuat pendapatan berkurang. Apalagi menjelang Lebaran seperti ini,” tegasnya.

Ismail menjelaskan, permintaan baru akan meningkat menjelang H-4 dan puncaknya H-2. Di rentang waktu itu, sesuai dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, rata-rata Ismail bisa menjual daging hingga mencapai 300 sampai 400 kilogram.

“Kalau sekarang paling hanya 35 kilogram, tapi nanti H-4 bisa mencapai 150 sampai 200 kilogram per harinya. Puncaknya di H-2. Itu kira-kira bisa sampai 400-an kilogram. Di H-1 sudah mulai menurun, dan paling hanya 200 sampai 300 kilo saja,” jelasnya.

Untuk harga, Ismail mengungkapkan, diperkirakan akan sama saat menjelang Ramadan atau biasa disebut punggahan. Di masa punggahan yang lalu, harga per kilogram daging lembu mencapai Rp75 ribu.

“Setiap tahun kenaikan rata-rata Rp11 ribu. Jadi kalau sekarang harganya Rp64 ribu, mungkin nanti saat H-4 sampai H-1 sekitar Rp75 ribu perkilogram,” tutupnya.

Sementara itu di Belawan warga yang kurang mampu menyerbu pasar murah di halaman kantor lurah maupun camat, Jumat (3/9). Pantauan wartawan Sumut Pos sejak pagi warga sudah tampak berkumpul di depan pasar murah untuk membeli sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti gula, tepung, mentega, maupun minyak makan dan telur.

Warga memang sengaja belanja di pasar murah karena harga di pasar tradisional yang berada di Belawan, Labuhan dan Marelan sudah merangkak naik. Seperti beras dari Rp6.500 per kilogram naik menjadi Rp7.500 per kilogram, gula sudah mencapai Rp12.000 per kilogram sedangkan di pasar murah Rp8.500 per kilogram.

Seorang warga, Sulastri (45) mengatakan, pasar murah  sangat membantu orang-orang yang tidak mampu untuk melengkapi kebutuhan menjelang Lebaran. (ari/mag-11)


RELATED NEWS


Komentar (0)

Nama :
Email :
Komentar :
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Yang Tidak Akan Selesai dengan Keluha ...

Hatta Rajasa
Tiga Ancaman Industri Dituntaskan

   
Advertisement

Setelah Bima, Mana Lagi?

Don Kardono
Pajak Warteg

Fakhrunnas Ma Jabbar
Sang ‘KHALIFAH’ Bernama Dahlan Bi ...

   
Advertisement
Advertisement