Sabtu, 04 Februari 2012  
   
INTERNASIONAL - ASIA
Selasa, 07 September 2010 , 13:40:00

DARURAT - Salah satu gambaran dampak kerusakan akibat gempa yang mengguncang Christchurch. Foto: Mirror.co.uk.
CHRISTCHURCH - Selandia Baru memperpanjang status darurat, setelah gempa kembali mengguncang Christchurch, Senin (6/9) kemarin. Sementara itu, personel militer disiagakan untuk mengendalikan aksi penjarahan di kota tersebut.

Dilaporkan, gempa berkekuatan 7,0 skala Richter (SR) kembali mengguncang kota terbesar kedua di Selandia Baru tersebut. Otoritas setempat terpaksa meliburkan sekolah, toko-toko, dan pusat bisnis.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Selandia Baru juga mulai merobohkan gedung-gedung yang rusak parah karena gempa. Penduduk setempat juga diminta tidak keluar rumah, hingga inspeksi atas ratusan bangunan yang rusak selesai.

"Pemberlakuan status darurat diperpanjang hingga Rabu (8/9) pukul 12.00," ucap seorang juru bicara Kementerian Pertahanan kepada Agence France-Presse.

Pasukan militer mulai menggantikan polisi yang kelelahan karena berjaga di sejumlah pos. Kota Christchurch sendiri disebutkan masih tidak aman bagi masyarakat umum, karena ancaman pecahan kaca dan reruntuhan bangunan.

Marsha Witehira, salah seorang warga, bersaksi bahwa seorang tamu di rumahnya telah menyelamatkan dirinya. Sang tamu menarik tubuh Witehira dari tempat tidur, sesaat sebelum dinding rumah itu ambrol. "Dia menarik kakiku, dan sesaat kemudian dinding kamarku ambrol, tepat di samping kepalaku," jelasnya kepada NZPA.

Sejauh ini, tidak ada laporan korban meninggal dalam gempa bumi terbesar di Selandia Baru sejak 80 tahun terakhir tersebut. (cak/c10/dos)

RELATED NEWS


Komentar (0)

Nama :
Email :
Komentar :
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Yang Tidak Akan Selesai dengan Keluha ...

Hatta Rajasa
Tiga Ancaman Industri Dituntaskan

   
Advertisement

Setelah Bima, Mana Lagi?

Don Kardono
Pajak Warteg

Fakhrunnas Ma Jabbar
Sang ‘KHALIFAH’ Bernama Dahlan Bi ...

   
Advertisement
Advertisement