Sabtu, 04 Februari 2012  
   
POLITIK - PILKADA
Selasa, 07 September 2010 , 16:16:00

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengaku heran dengan kemenangan Yusak Yaluwo, Bupati Boven Digoel Papua yang menjadi terdakwa perkara korupsi APBD namun bisa memenangi Pemilukada di daerahnya. Namun Mendari sudah memastikan bahwa Yusak tidak akan dilantik.

"Ya itulah kita juga heran. Tersangka menang di beberapa tempat, bukan hanya Boven Digoel saja," ujar Gamawan kepada sejumlah wartawan di kantornya, Selasa (7/9).

Karena heran, Mendagri pun menyodorkan pertanyaan tentang penyebab seorang calon berstatus tersangka maupun terdakwa bisa memenangi Pemilukada. "Nah, pertanyaannya ke masyarakat, kenapa dia menang?" cecarnya.

Sementara soal Yusak Yaluwo yang kini berstatus terdakwa dan menjadi tahanan KPK, Mendagri mengisyaratkan kemenangan kader Partai Demokrat bakal sia-siap. "Tidak bisa dilantik," tandas Mendagri.

Dalam kasus Boven Digoel, kata Mendagri, jika masih berstatus tersangka sebenarnya bisa nsaja pemerintah pusat meminta Gubernur Papua melantiknya. "Tapi kalau sudah terdakwa, dia akan langsung dinonaktifkan. Supaya fair," tandasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Bupati Boven Digoel Yusak Yaluwo kini bersatstus terdakwa dan menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).  Yusak Yaluwo didakwa telah melakukan korupsi dana APBD Boven Digoel tahun 2006-2007 hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 66,77 miliar. Namun pada  pemilukada di daerahnya, Yusak untuk sementara unggul dari rival-rivalnya.(ara/jpnn)

RELATED NEWS


Komentar (10)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 22.02.2011,
    13:57
    Haryono
    mungkin kita pernah mengetahui atau mendengar:
    mau masuk PNS ? berani bayar berapa ?
    mau dapat proyek ? Berani bayar berapa ?
    mau jabatan ini-itu ? Berani bayar berapa ?
    di zaman skarang klo mau enak hrs bayar tdk ada yg gratis. Yang gratis hanya buang gas (k e n t u t).
  2. 22.02.2011,
    13:46
    Abimanyu
    jujur sj siapa yg tdk mau uang? klo emang yusak yeluwo msh di latik bupati ya biakan sj.
    Kita smua punya iman. Harta yg tidak baik akan menglir kedlm darah dan akan mengakibatnya banyak penyakit, biasanya stroke. Dan anak keturunanya akan hancur krena harta yg diperoleh dari hasil yg tdk benar (maaf korupsi bahasa trendnya)-(MALING/PERAMPOK UANG RANKYAT-bahasa kasarnya)kita hanya bisa Wait and See you Know, thanks.
  3. 23.09.2010,
    15:45
    abraham andap
    politik dan hukum beda tipis saja...apa salah masyarakat memilih yusak yaluwo???kebenaran hakiki cuma milik Tuhan.di dunia ini hanya keseimbangan2 kebenaran,kejujuran,ketidak adilan dan lain-lain.pertanyaannya:yusak yaluwo tidak ada di tempat,yaitu di boven digoel saja dia bisa menang,apa lagi kalau dia ada di boven digoel???
  4. 19.09.2010,
    06:08
    Bernadus Tingge
    Berita ini yg janggal dan memalukan ya pemerintah sendiri, terutama mendagri. kenapa yusak bisa lolos sampai ikut pilkada?? seharusnya awal pencalonan yg dibatalkan, bukan seperti ini. ini justru menimbulkan konflik horisontal nantinya.
  5. 10.09.2010,
    08:42
    regina
    BOVEN DIGOEL LADANG KORUPSI;
    KPUD dan Oknum Kepolisian sedang Mengamamankan Ladang haram tersebut….
    Dengan tertangkapnya Yusak Yaluwo sebagai pelaku tindak pidana tipikor yang merugikan negara 66.77 Miliar, rupanya belum menjadikan pelajaran berharga bagi KPUD dan Kepolisian Boven Digoel agar jangan sampai mereka terjerat dalam kasus yang sama dengan perbuatan mereka yang dengan terang-terangan melakukan intervensi untuk memenangkan Yusak dan Merasi dalam pelimu Kada Boven Digoel. Sebagai masyarakat sipil kita sangat menyayangkan para elite politikus Boven Digoel yang menipu rakyatnya dengan mendompleng nama besar Yusak yang selama ini terkenal murah hati (uang Korup) untuk tujuan menguasai Boven Digoel dengan Merasi sebagai Bonekanya.
    Berbagai wacana dan strategi yang sedang dikembangkan di pihak mereka adalah:
    Yusak tidak akan dilantik, tetapi Merasi tetap akan dilantik dan akan naik menjadi Bupati. Parta* koalisi pimpinan Demokrat akan mengusung seorang calon lain untuk menduduki jabatan wakil bupati, yang dalam isu yang berkembang mereka sedang mempersiapkan Beni Tambanop/Ester Lambey sebagai wakil bupati.
    Lalu dikemanakan suara rakyat yang selama ini digiring untuk memilih Yusak sebagai Bupati dan Merasi sebagai Wakil Bupati? Sungguh mengerikan…. Ternyata selicik dan serendah itu etika berpolitik para politikus busuk di Boven Digoel ini.
    DOSA SIAPA???
    Jika masyarakt sipil berbicara, yang akan dipertanyakan adalah di mana orang pusat, orang propinsi yang mengerti hukum, kok seorang tersangka bisa diloloskan pada verifikasi dan tidak didiskualifikasikan ketika statusnya telah menjadi terdakwah. Bukankah SKCK diberikan kepada warga Negara yang berkelakukan baik dan hendak menjadi pemimpin. Pertanyaan lainnya adalah dibayar berapa KPUD dan Kepolisian sebagai instutisi yang memberikan SKCK.
  6. 09.09.2010,
    19:15
    Markus Komot
    Di daerah Kabupaten Boven Digoel,tadi baru saja sidang sidang pleno KPUD dilaksanakan,namun sayangnya sidang pleno KPUD Kabupaten Boven Digoel dilaksanakan atas dasar dan unsur paksaan dari pihak keamanan yang terlibat langsung dalam mendukung Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati,no urut.01 atas nama,Yusak Yaluwo,SH.M.si dan Yesaya Merasi.Ketua KPUD Kabupaten Boven Digoel,Kristianus.Guam,S.sos adalah sosok Intelektual yang tidak taat terhadap hukum negara yang mengatur tentang,'setiap manusia wajib saling menghargai umat beragama,' tetapi baginya bukan masalah yang penting itu sidang pleno ini harus jalan sesuai harapan kita bersama.Walapun demikian jika di lihat dari solidaritas antara umat beragama harus dijaga,maka sidang pleno pemilukada di daerah Kabupaten Boven Digoel,bisa ditunda sampai selesai perayaan lebaran Umat Islam.Meskipun demikian adanya aturan yang mengatur tentang toleransi antara umat beragama,tetapi hal itu tetap dipaksakan dengan cara-cara gaya militerisme,maka rakyat disana tak bisa berbuat banyak untuk memberikan suaranya dalam pesta demokrasi.Hal ini disebabkan oleh adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Ketua KPUD Kabupaten Boven Digoel,Kristianus.Guam S.sos semata-mata hanya terburu-terburu untuk menyelamatkan kepentingan pasangan calon Bupati dan Calon Wakil Bupati no urut.01 atas nama Yusak Yaluwo,SH.M.si dan Yesaya.Merasi yang konon benar-benar bersalah itu.
  7. 09.09.2010,
    15:19
    abie
    Negara RI adalah Negara Hukum yang menganut asas praduga tak bersalah tpi kenapa hak sbgai warga negra d cabutdngn tdak mengijinkan Yusak Yaluwo utk Salurkan Hak Politik pda tgl 31 Agustus 2010...??? kemenangan Yusak Yaluwo pada Pemilukada adalah bukti riil bahwa masyarakat msih mencinta*nya untuk memimpin boven digoel kembali dugaan yang di sangkakan kepada yusak adalah tidak benar itu hanya ksalahan administrasi, sbab masyarakt ikut merasakan proses pembangunan selama 5 tahun. mendagri harus menghormati kputusan masyarakat Boven Digoel pada Pemilukada 31 Agustus 2010. Pa Mendagri Boven Digoel bgian dri NKRI dan hindari Disintegrasi yng akn mengncam bingkai NKRI.
  8. 09.09.2010,
    11:03
    kendom
    duduk persoalannya di KPUD Kabupaten Bounen Digoel. KPUD-nya digugat aja
  9. 08.09.2010,
    13:38
    warsit
    Apa iya kita rela negri ini dipimpin para terdakwa..nanti semua aparatnya dengan leluasa korupsi karna pimpinannya juga nyata seorang koruptor..pak mentri harus tegas di batalin saja,jgn heran yg bersangkutan menang karna membuat jaringan pemenangan dengan uang korupsinya..payah dehh..
  10. 08.09.2010,
    05:43
    apin
    sdh menyalai aturan kok masih ikut pemilu pilkada,menurut uu terdakwa/tersangka ketika sdh dalam status tahanan tidak bisa mengambil bagian dalam pemilu pilkada.cobalah jd seorang yang sportif dan berjiwa besar.sekarang klau menang mau urus rakyat atau kasus ini namanya menghambat jalanya suatu pemerintahan.
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Yang Tidak Akan Selesai dengan Keluha ...

Hatta Rajasa
Tiga Ancaman Industri Dituntaskan

   
Advertisement

Setelah Bima, Mana Lagi?

Don Kardono
Pajak Warteg

Fakhrunnas Ma Jabbar
Sang ‘KHALIFAH’ Bernama Dahlan Bi ...

   
Advertisement
Advertisement