Sabtu, 04 Februari 2012  
   
POLITIK - LEGISLATIF
Selasa, 07 September 2010 , 16:42:00

JAKARTA - Ketua Tim Teknis pembangunan gedung baru Anggota DPR, Mardian menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memenuhi keseluruhan permintaan Ketua DPR yang menugaskan tim teknis mengkaji ulang keseluruhan aspek pembangunan gedung. "Aspek konstruksi senilai Rp1,1 triliun sudah tidak mungkin lagi untuk ditinjau ulang karena sudah final," kata Mardian, di kantor Biro Pemeliharaan Gedung dan Instalasi DPR, Senayan Jakarta, Selasa (7/9).

Peluang untuk dikaji ulang, lanjutnya hanya ada pada sektor asesoris. Meski begitu, tim teknis pada prinsipnya lebih cenderung pada rencana semula, baik dari sisi waktu maupun anggaran dan material yang akan digunakan. Termasuk soal pemberian nama gedung yakni Menara Nusantara.

Dijelaskan Mardian, pembangunan gedung baru DPR dengan biaya Rp1,6 triliun hanya bagian dari program menata ulang komplek MPR, DPR dan DPD. "Kalau Menara Nusantara itu sudah berfungsi nantinya, maka gedung Nusantara I pun menyusul untuk segera direnovasi dan dilengkapi dengan berbagai kemajuan teknologi gedung yang aman, nyaman, indah dan efisien serta efektif," ujarnya Mardian.

Gedung Nusantara I ini, lanjutnya, berfungsi sangat tidak efisien terutama dalam hal penggunaan energi listrik. "Andai pada hari Minggu seorang anggota dewan harus bekerja di Nusantara I maka semua listrik gedung terpaksa menyala. Pemborosan tersebut dipastikan tidak akan terjadi di Menara Nusantara karena listriknya diatur bagaikan di hotel-hotel mewah," tambahnya.

Usai renovasi Nusantara I, kata Mardian lagi, maka gedung tersebut digunakan untuk kegiatan rapat-rapat komisi, dan panita kerja komisi. Sehingga semua rapat terkosentrasi di Nusantara I dan tidak perlu harus ke hotel-hotel lagi. (fas/jpnn)

RELATED NEWS


Komentar (3)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 08.09.2010,
    08:48
    Ltk TNI AU Daniel S Lallo - Cilangkap.
    Gedung baru DPR harus ditunda sampai RAKYAT di SELURUH NKRI dapat HIDUP LAYAK.
    Sebaiknya DPR fokus saja pada PEMBUATAN AZAS HUKUM PEMBUKTIAN TERBALIK kasus KORUPSI. Alasannya. . . . . . .,
    MUHAMMADIYAH
  2. 07.09.2010,
    20:47
    deri
    wisS ternYata Indonesia begara kaYa Ya....
    kaYa akan Orng miskin,kaya akn penGangGurn.Gedung pemRntah yG teraMat meWah.....
    beda bgt sMa Iran....
  3. 07.09.2010,
    19:36
    eko sudiyanto
    kalau mau ngenyel terus mbangun gedung dewan,monggo tinggal tunggu saja masyarakat berontak.
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Yang Tidak Akan Selesai dengan Keluha ...

Hatta Rajasa
Tiga Ancaman Industri Dituntaskan

   
Advertisement

Setelah Bima, Mana Lagi?

Don Kardono
Pajak Warteg

Fakhrunnas Ma Jabbar
Sang ‘KHALIFAH’ Bernama Dahlan Bi ...

   
Advertisement
Advertisement