Sabtu, 04 Februari 2012  
   
NASIONAL - HUKUM
Selasa, 07 September 2010 , 16:53:00

JAKARTA- Pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD yang menilai satu dari dua nama, Bambang Widjojanto atau Busyro Muqoddas layak menggantikan Hendarman Supandji menuai protes dari pihak Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Babul Khoir, mengatakan bahwa dua nama yang disebut Mahfud tidak bisa dikaitkan dengan Kejaksaan.

"Itu bukan untuk kita, itu untuk KPK. Pak Mahfud ngomong itu salah, tidak bisa dikait-kaitkan dengan kejaksaan. Karena kosong di kejaksaan ini, (salah satu dari dua nama) dimasukkan ke kejaksaan, itu tidak bisa. Ini kan institusi bukan komisi," tegasnya kepada wartawan di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (7/9)

Dijelaskannya, yang layak menjadi Jaksa Agung adalah pejabat yang berasal dari dalam kejaksaan sendiri.

"Kalau dari luar kejaksaan sulit. Bagaimana yang datang yang tidak pernah pendidikan, kita saja yang pendidikan terus masih kurang ilmunya. Bagaimana yang tidak pernah? Kalau tugasnya pengacara, tapi kesini (jadi jaksa) bagaimana bisa mengerjakan tugasnya?" ungkapnya heran.

Meski demikian tetap saja Babul tegaskan bahwa yang memiliki kewenangan untuk memilih Jaksa Agung adalah presiden.

"Ini hak prerogatif  presiden,semua dari presiden yang menilai."katanya

Ketika kembali ditanya, siapa kira-kira kandidat terkuat yang bakal menjadi Jaksa Agunh, Babul menjawab singkat, "Ada wakil Jaksa Agung" imbuhnya.(ald/rmol)

RELATED NEWS


Komentar (3)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 11.09.2010,
    13:36
    ega
    Kalau orang luar yang bersih masuk di kejaksaan agung, orang dalam pada takut itu wajar karena mereka takut kebobrokan di kejagung terungkap. Siapa bilang pengacara tidak mampu jadi jaksa agung, justru banyak pengacara nyang lebih pintar dari jaksa, yang penting orangnya bersih, jujur,amanah, berani dan dapat memimpin.
  2. 09.09.2010,
    06:09
    Ltk TNI AU Daniel S Lallo - Cilangkap.
    Bapa Bambang Widjojanto
  3. 07.09.2010,
    19:34
    antony
    Kalau oarng yang bersih masuk dalam suatu institusi pasti ditolak, ada apa denganmu Kejagung?
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Yang Tidak Akan Selesai dengan Keluha ...

Hatta Rajasa
Tiga Ancaman Industri Dituntaskan

   
Advertisement

Setelah Bima, Mana Lagi?

Don Kardono
Pajak Warteg

Fakhrunnas Ma Jabbar
Sang ‘KHALIFAH’ Bernama Dahlan Bi ...

   
Advertisement
Advertisement