Selasa, 28 April 2015 | 17:22:18

Kamis, 04 Agustus 2011 , 18:38:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA—Mabes Polri memperkirakan rentetan aksi kekerasan yang terjadi pekan ini di Papua berkaitan erat dengan pertemuan para aktivis pro kemerdekaan Papua, di London, Inggris pekan lalu. Kadiv Humas Polri Irjen (pol) Anton Bachrul Alam menyebut, aksi sporadis itu dilakukan agar dunia mengetahui eksistensi gerakan separatis bersenjata itu.

karena itulah, untuk mencegah aksi-aksi anarkis susulan sejumlah perwira tinggi (pati) dari Mabes Polri hari ini terbang ke Papua untuk melihat kesiapan jajarannya mengantisipasi hal-hal terburuk di kawasan 'panas' itu.

‘’Tim sudah berangkat ke sana, Pak Irwasum juga sudah berangkat ke sana, dibantu Wakabareskrim dan intel juga kesana. Propam kita juga ke sana, mengecek, sehingga di wilayah itu benar-benar  akan kita cek kesiapannya, terutama dalam mengantisipasi kejadian tersebut,’’ ujar Anton di Mabes Polri, Kamis (4/8).

Seperti diberitakan bentrok antar dua kelompok massa terjadi di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (31/8). Aksi berdarah yang menewaskan belasan jiwa ini diduga kuat akibat perselisihan antara dua kelompok pendukung calon bupati setempat.

Keesokan harinya aksi penembakan oleh orang tak dikenal  terjadi di Tanjakan Gunung Merah, Desa Nafri, Abepura, Papua Barat yang terjadi Senin (1/8). Di lokasi ini sebuah angkutan pedesaan yang tengah melintas diberondong senjata api dan menyebapkan para penumpang tewas.

Polisi dan polri kini tengah mengejar para pelaku yang diduga bagian dari anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). (zul/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar