Selasa, 09 Februari 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Nusantara ** BARU ** Interaksi antar pembaca JPNN.COM dapat dilakukan melalui akun jejaring sosial Facebook >>
 
 
   
Jum'at, 24 April 2009 , 16:02:00
 
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta segera menghentikan penayangan perhitungan suara real count. Dari temuan Forum Antar Parpol (KPU), dalam tabulasi elektronik itu  banyak ditemukan terdapat perbedaan data yang mencolok.

FAP menuding tayangan  real count KPU diduga telah dimanipulasi untuk memenangkan partai tertentu. Adapun parpol yang tergabung dalam FAP antara lain Gerindra, Partai Hanura, PSI, Republikan, PKNU, PNBKI, PPRN, PPDI, Merdeka, PMB, PBR, Partai Kedaulatan, Partai Buruh, Partai Barnas, Pakar Pangan, PPPI, PNI Marhenisme, PIS, PDK dan PDP.

Juru Bicara FAP, Idham Cholied di Jumat (24/4) menyatakan, KPU seharusnya menghentikan proses tabulasi. "Karena manipulatif dan menyesatkan publik," ujarnya.

Idham yang juga Sekjen PKNU ini bahkan menduga ada kecenderungan perolehan suara real count KPU sengaja disesuaikan dengan dengan hasil quick count beberapa lembaga survei yang memenangkan Partai Demokrat pada kisaran 20 persen. "Selain memenangkan Demokrat, real count KPU juga sama persis menayangkan 9 partai yang diperkirakan lolos parlementary threshold (PT) dan masuk Senayan," tudingnya.


Padahal kata Idham, berdasarkan data server KPU per 21 April 2009, suara Partai Demokrat hanya 16,49 persen dan partai yang lolos PT sebanyak 14 parpol. Adapun data yang terdapat pada server KPU tercatat sudah masuk 78.023.386 suara, sementara pada saat penutupan Pusat Tabulasi Nasional di Hotel Borobudur 20 April lalu, suara yang terkumpul pada pukul 19.19 sudah mencapai 53.565.637 suara.
 

Sementara di Pusat Tabulasi Nasional hanya mampu menampilkan 13.191.757 suara dari 171.265.442 pemilih. Artinya, suara yang masuk belum sampai 10 persen, meski KPU mentargetkan hingga penutupan setidaknya 80 persen suara tertabulasi. Padahal entri data yang masuk pada server KPU, sesungguhnya sangat fluktuatif dan dinamis. Idham menduga KPU telah memanipulasi data perolehan suara parpol agar tidak tercapai target.

"Dari temuan tersebut jelaslah bahwa KPU tidak transparan, bahkan diduga kuat telah melakukan kebohongan public dan menutup-nutupi informasi kepada masyarakat. KPU dapat dikatakan telah melanggar Undang-Undang,” tegasnya.

Sedangkan Wakil Sekjen Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Nur Cholis mendesak komisioner KU mengundurkan diri karena permintaan maaf saja tidak cukup. "Percuma ada permintaan maaf tapi tidak bertanggung jawab. KPU harus mengundurkan diri," ucapnya.

Nur Cholis menegaskan, FAP tidak berniat untuk memboikot hasil Pemilu meski kinerja KPU buruk dan pelaksanaan Pemilu diwarnai berbagai pelanggaran. “Kalau kita boikot pemilu, itu akan mempengaruhi kondisi nasional. Sangat riskan," tandasnya.

Karenanya FAP lebih memilih  untuk mendesak pemerintah menjawab siapa yang paling bertanggung jawab atas buruknya penyelenggaraan pemilu 2009 ini. "Apakah Presiden, Depdagri atau KPU. saat ini belum ada yang bertanggung jawab. Jika diperlukan forum antar parpol akan menempuh jalur hukum," tukasnya.(ara/jpnn)
 
    JPNN.COM | KPU Didesak Hentikan Tabulasi Elektronik
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
  • Facebook
redaksi Minggu, 26 April 2009 , 13:02:30
KPU MEMBLE!! GANTI SEMUA ANGGOTANYA

Pemilu ialah saluran penting bagi pembimbing demokrai Indonesia di 5 tahun mendatang. Dan dari sekian banyak kisah dalam kehidupan demokrasi, yang mengambil peranan penting adalah KPU. Oleh karena itu KPU menepati urutan pertama dalam segala rumusan kesalahan. KPU bertanggung jawab atas segala kesalahan yang di buatnya.

KPU, lembaga independen di tunjuk pemerintah dalam penyelenggaraan pemilu. Dalam pergaulan sehari-hari ia menjadi poros demokasi. Masyarakat menaruh harapan besar pada KPU.

Berhari-hari, hingga berbulan-bulan, KPU bekerja. Sekian lama, waktu yang dibutuhkan tapi yang terjadi jauh dari sempurna. Mulai kisruh DPT, tertukarnya surat suara, ketidak independenan KPU membuat tanda tanya besar dalam masyarakat. Ada apa dengan KPU??? KPU tidak becus menyelenggarakan pemilu. KPU tidak bercermin dari kesalahannya yang lalu.

Oleh karena itu , aku berharap semoga presiden memberi peringatan keras dan memecat semua anggota KPU. Sebelum kita semua celaka karena nya.

sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/
 
Komentar Anda untuk berita/artikel "KPU Didesak Hentikan Tabulasi Elektronik"
 
   
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Mati Listrik 10 Jam? Di Surabaya?
RASANYA tidak masuk akal. Apalagi, itu terjadi di akhir bulan Januari 2010 di saat semestinya tidak ...
Other
 
Kolom Bersihar Lubis
Kerbau Itu Ikon Demokrasi
KUINGAT lagi kolom yang kutulis sembilan tahun silam, tentang kerbau sebagai ikonologi di majalah Ga ...
Other
 
Gunakan akun Facebook Anda di forum ini
 
 
   
 
Home Nasional Nusantara Politik Ekonomi Internasional Olahraga Hiburan Teknologi