FOTO - Nampak salah seorang keluarga saat menunjukkan foto Nova, Senin (8/2), ketika remaja itu masih berstatus menghilang. Foto: Irawan A/Tangsel Pos. Edit gambar: Arsito/JPNN.
TANGERANG - Remaja putri alias anak baru gede (ABG) nan cantik itu bernama Nova. Baru berusia 14 tahun. Sayangnya, jauh-jauh datang dari Sidoarjo demi menghadiri pernikahan salah seorang pamannya di Jakarta, Nova lantas menghilang selama tiga hari dari kediaman kerabatnya di Tangerang. Selama itu, ia diduga diculik, dengan sangkaan pelakunya adalah salah seorang laki-laki kenalannya di situs jejaring sosial Facebook.
Nova diketahui menghilang saat sedang berkunjung ke rumah pamannya bernama Gatot, yang tinggal di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong, Jumat (5/2) malam, tepatnya sekitar pukul 18.30 WIB. Seperti diceritakan oleh bibinya, Ningsih (59), kejadian itu berawal ketika Nova bersama orangtuanya mengunjungi resepsi pernikahan sepupunya di Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Sore harinya usai resepsi, kata Ningsih, Nova diketahui sempat menemui seorang pemuda tanggung bernama Ari yang sudah menunggunya, yang diduga merupakan salah seorang kenalannya di Facebook. "Kalau Nova telepon, sering sebut nama Ari," ujar Ningsih, Senin (8/2), menjelaskan dari mana antara lain keluarganya mengetahui identitas laki-laki tersebut.
Disampaikan Ningsih lagi, perkenalan awal Nova dengan Ari sendiri sebenarnya tak diketahui keluarganya. Cuma, sehari sebelumnya di Tanah Kusir, Nova sudah sempat bertemu dengan Ari, yang kebetulan saat itu kepergok oleh ibunya, Sri. Ibunya lantas melarang Nova untuk berteman dengan Ari. "Waktu itu ibunya tahu, dan langsung melarang Nova bertemu dengan lelaki itu," jelas Ningsih.
Namun disebutkan pula, saat kepergok ibunya tersebut, Nova yang adalah juga keponakan salah seorang anggota DPR RI itu, mengaku hanya memberikan nomor teleponnya kepada Ari. "Sebentar, baru ngasih nomor telepon," tutur Ningsih lagi, menirukan ucapan Nova kepada ibunya waktu itu.
Hubungan via telepon itu pula yang kemudian di acara resepsi, terlihat oleh beberapa kerabat banyak dilakukan oleh Nova, kendati remaja itu sebenarnya bertugas sebagai salah seorang pagar ayu. Ia disebutkan terus bermain HP, sehingga terkadang tak menghiraukan tamu yang datang. "Kata orang-orang yang ada di dekatnya waktu itu, Nova hanya main HP saja. Dan saya yakin, dia SMS-an sama Ari," ungkap Ningsih.
Selanjutnya seusai acara, Nova pun mulai tak terlihat lagi berkumpul di tengah keluarga, meskipun masih sempat pulang bersama-sama keluarga ke rumah Gatot di kawasan BSD. Saat itu memang sempat diketahui pula, Nova telah ditunggu dan dijemput di dekat rumah tersebut oleh pemuda yang diduga adalah Ari, yang datang bersama dua orang pemuda tanggung lainnya.
Dijelaskan Ningsih, memang saat itu terlihat ada dua pemuda lain bersama Ari, yang masing-masing menggunakan motor, serta sempat berhenti di depan rumah mereka. Namun tanpa prasangka buruk dan firasat apapun, keluarga awalnya membiarkan begitu saja Nova yang menjumpai mereka. Hanya saja nyatanya, saat itulah terakhir kali Nova terlihat, karena setelah itu tak diketahui lagi keberadaannya - hingga tiga hari lamanya.
Cari Sampai ke Ancol, Gadis Supel dan 'Pasangannya' Itu Ditemukan di Tangerang
"Kami (itu) sampai di rumah sekitar pukul 16.00 WIB. Satu jam kemudian, karena masih berkumpul, kami (lantas) menanyakan Nova. Ternyata sudah tidak ada di antara kami. Saat itu, kami pun (masih) mencoba menunggu kedatangannya, karena kami kira dia sedang keluar sebentar. Tetapi setelah ditunggu sampai pukul 21.00 WIB tidak juga muncul, akhirnya kami pun memutuskan untuk mencarinya," terang Ningsih, melanjutkan cerita saat awal menghilangnya Nova.
Para anggota keluarga, kata Ningsih pula, awalnya coba mencari Nova di sekitar lokasi perumahan. Tapi nihil. "Bapaknya sempat SMS. Tidak ada balasan. Ditelepon pun HP-nya tidak aktif," ujar Ningsih. "Padahal dia (Nova) sama sekali tidak mengetahui Jakarta. Dan ini baru pertama kali Nova berada di (daerah) BSD, karena sebelumnya lebih sering menghabiskan waktu di rumah om-nya di Tanah Kusir," tambahnya.
Masih menurut Ningsih, pihak keluarga pun lantas semakin meluaskan wilayah pencarian. Malah, pencarian itu bahkan akhirnya sampai ke kawasan Ancol, hingga Cilincing, Jakarta Utara. Ini setelah pihak keluarga sempat meminta bantuan paranormal, yang kemudian memberikan 'petunjuk' bahwa Nova sedang bermain-main di dekat laut. "Menurut orang pintar itu, Nova sedang main di daerah yang dekat laut," imbuh Ningsih lagi.
Namun nyatanya tiga hari sudah, Nova tak kunjung jua ditemukan. Hingga ayah Nova, Heri, bersama istrinya akhirnya melaporkan kasus kehilangan anak kedua mereka itu ke Mapolsek Serpong. Sementara, foto-foto gadis remaja yang terakhir kali disebutkan mengenakan kaus abu-abu tua, celana pendek warna krem, sepatu bahan kanvas warna hitam bercorak tutul-tutul putih, serta diketahui menyandang tas ransel warna coklat yang isinya beberapa potong pakaian itu, juga sempat disebarkan ke sejumlah tempat umum.
Nova sendiri sebenarnya dikenal sebagai gadis remaja yang manis dan cantik. Tubuhnya relatif mulus dan berkulit putih, ditambah rambut yang terurai sebahu. Berwajah bulat, tinggi badannya sekitar 150 cm dengan berat sekitar 44 kg. Selain berwajah cantik, ABG kelahiran Surabaya, 3 November 1995 ini, juga dikenal supel bergaul dan dikenal baik di lingkungannya. Makanya, Nova dikenal memiliki banyak teman dekat, baik lelaki maupun perempuan.
Hanya saja menurut Ningsih, anak kedua dari tiga bersaudara itu bisa dibilang sedikit manja kepada orangtuanya. "Biasalah, namanya juga anak baru gede (ABG)," kata sang bibi, sambil menambahkan bahwa Nova juga kadang dianggap suka mudah percaya kepada orang lain, termasuk lewat pergaulan di dunia maya yang diketahui cukup diakrabinya.
Di Facebook sendiri saat sempat ditelusuri, ditemukan setidaknya ada lima akun atas nama Nova, yang di sana menyebut dirinya sendiri dengan panggilan Etta. Tiga akun memajang foto utama yang berbeda, sedangkan dua lainnya tanpa foto sama sekali. Kelima akun dibuat dengan nama yang berbeda pula. Ada yang menggunakan nama asli, sementara yang lain menggunakan nama aliasnya. Di salah satu akun Facebook-nya itulah, terdapat seorang temannya yang bernama Arie, yang tercatat menuliskan status 'telah menikah' dengan Etta. Bahkan terlihat, foto-foto Etta juga dipajang di wall sosok bernama Arie ini, dengan tajuk "bundaqw (bundaku) tercinta".
Agaknya, hubungan kedua insan muda seperti yang tampak di Facebook itulah yang mendorong menghilangnya Nova. Entah itu dengan setengah dipaksa, atau bisa juga secara sukarela. Hingga mereka berdua, sebagaimana diberitakan sejumlah situs berita, Selasa (9/2) dinihari tadi, akhirnya ditemukan juga. Tak jauh-jauh. Masih di sekitar Tangerang, yaitu di daerah Jatiwung, serta malah dikabarkan dijumpai oleh aparat kepolisian tengah berjalan berduaan.
Meski begitu, saat dibawa ke Polda Metro Jaya, menjelang sekitar pukul 02.00 WIB tadi pagi, Nova yang terlihat mengenakan rok batik serta atasan warna hitam, tampak menutupi mukanya sembari agak menangis tersedu. Sementara sosok pemuda tanggung bernama Ari, yang diketahui kemudian berusia 18 tahun, dibawa ke Polda Metro oleh aparat dengan mobil terpisah, serta tampak memakai kaos putih dan celana jeans. Keduanya langsung dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Hingga Selasa pagi, Nova - maupun orangtuanya yang disebutkan telah menyusul - dikabarkan masih belum kembali ke rumah kerabat mereka. Konon, sang gadis ABG masih menjalani visum di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang sepupu Nova, yang lantas dibenarkan pula oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Boy Rafli Amar. Ari sendiri, disebutkan berkemungkinan terancam dakwaan hukum, berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan sejauh ini.
(edy/jpnn/ito)