Jumat, 03 Juli 2015 | 04:31:05

Rabu, 15 Februari 2012 , 07:56:00

PALANGKA RAYA - Penolakan terhadap FPI dianggap sebagai sebuah ujian berat bagi Kalteng yang belum lama mendeklarasikan sebagai Bumi Pancasila. Anggapan itu paling tidak disampaikan Yantenglie SE, seorang anggota DPRD Katingan.

“Sebagai daerah yang belum lama mendeklarasikan sebagai Bumi Pancasila, tentunya peristiwa ini sebuah ujian. Jangan sampai citra positif itu justru berkebalikan dengan semangat tersebut,” kata Yantengli, seperti dikutib Kalteng Pos (Grup JPNN).

Menurut dia, pemasalahan yang terjadi antara FPI dan warga Kalteng tak perlu diperuncing. Tetapi, justru harus diupayakan adanya pemahaman tentang kondisi dan karakteristik warga Kalteng.

“Kita sebagai warga Kalteng harus tetap bersatu. Jangan mudah terpecah-belah hanya lantaran permasalahan ini. Kita harus tetap berupaya agar citra Kalteng sebagai Bumi Pancasila tidak terpengaruh dengan peristiwa ini,” kata mantan Wabup Katingan periode 2004-2009 ini.

Secara terpisah, Ketua GP Ansor Kalteng H Katma F Dirun meminta agar seluruh warga agar menjaga suasana kondusif yang selama ini telah terjaga dengan baik.
“Jangan sampai hanya karena permasalahan ini muncul pengelompokan-pengelompokan di masyarakat. Selama ini, kita sudah hidup rukun dan damai dalam falsafah huma betang,” ujar putra kelahiran Pahandut ini.

Menurut Katma, warga hendaknya tidak melakukan perbuatan yang dapat memancing suasana. Terutama dengan melakukan perusakan atau kegiatan lain yang sifatnya mengintimidasi sesama warga Kalteng.

“Saya juga berharap agar forum-forum dialog antarlintas agama dan lintas suku/etnis dapat mengintensifkan koordinasi dan komunikasi. Terutama terhadap isu-isu yang beredar di tengah masyarakat,” ujar Sekretaris MUI Kota Palangka Raya. (*/rif/fad/viv/tur/yon)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar