Selasa, 29 Juli 2014 | 13:40:34
Home / Berita Daerah / NTT / Angin Kencang Hantam Rumah dan Lahan Pertanian

Selasa, 20 Maret 2012 , 11:15:00

BERITA TERKAIT

BORONG-Hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai Timur (Matim) selama 3 hari terakhir membawa malapetaka bagi masyarakat di wilayah daerah tersebut. Sejak Kamis (15/3) bangunan rumah, gereja, sekolah dan puskesmas, mengalami kerusakan parah dan ringan akibat diterjang angin kencang. Selain itu, angin juga merusak tanaman pertanian dan perkebunan serta jaringan aliran listrik putus total.

Akibat peristiwa bencana ini nasib warga tidak menentu. Disaksikan wartawan koran ini, puluhan rumah di desa Sita, Desa Golo Loni, Desa Compang Kempo dan Compang Loni, Kecamatan Borong, rusak diterpa angin. Selain rumah, angin juga melululantahkan bangunan Gereja Stasi Rentung, Desa Compang Loni.

Bangunan Puskesmas Sita juga rusak. Sedangkan di wilayah Kecamatan Poco Ranaka, hampir seluruh wilayah desanya diterpa angin kencang dan merusak bangunan rumah serta bangunan sekolah. Tanaman kopi, padi dan jagung, kemiri, cengkeh, coklat juga rusak. Tiang jaringan listrik di wilayah Kecamatan Poco Ranaka, tumbang yang membuat aliran listrik terganggu.

Sementara terlihat juga, kondisi ruas jalan raya negara Borong-Ruteng sangat terganggu dengan adanya pohon yang tumbang di badan jalan. Belum ada laporan korban nyawa dari bencana alam ini, namun bagi warga yang terkena dalam musibah ini, tidak nyaman dan merasa ketakutan akan datangnya benacana susulan.

Warga mengaku, sejak terjadi bencana, belum adanya pendataan atas peristiwa itu. Namun kerugian dari masing-masing warga, diperkirakan mencapai Rp 3 juta hingga Rp  8 juta. Warga yang terkena musibah hanya bisa menangis dan mengharapkan bantuan dari pemerintah.

Warga Desa Compang Loni dan Golo Loni, Wihelmina Inur, Fabianus Harum, Siprianus Adur, kepada koran ini menuturkan, peristiwa angin kencang ini telah berlangsung sejak pekan lalu. Saat bersamaan, hujan deras juga mengguyur wilayah itu sehingga membuat warga takut. Kata mereka, saat angin menerjang dan merusak bangunan rumah, warga hanya bisa menangis dan lekas mengungsi ke rumah tetangga yang masih selamat dari amukan angin kencang.

Warga belum memperbaiki kerusakan bangunan rumah yang ada karena cuacanya masih kurang bersahabat dan takut adanya angin kencang susulan. "Kami tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menangis. Sekarang saja sebagian warga masih nginap di rumah tetangga yang selamat dari amukan angin kencang. Tanaman pertanian kami juga sudah rusak paarah, tidak tahu apa sebab dan dosa sehingga angin hujan  membawa malapetaka untuk kami," kata Wihelmina.

Hal yang sama juga dikayakan warga Kampung Heso, Desa Tolok, Kecamatan Poco Ranaka, Yanto Ngesot. Dia mengatakan, warga belum melakukan upaya perbaikan atas kerusakan yang ada karena cuacanya masih belum bersahabat. Hal ini juga sambil menunggu pendataan dari pemerintah setempat tentang kerugian yang dihadapi.

Selain bangunan rumah, tanaman kopi, jagung dan padi yang siap panen turut rusak dalam peristiwa itu. Padahal, kehidupan ekonomi masyarakat di wilayah desa itu bersumber dari tanaman pertanian tersebut.

Kepala BPBD Matim, Frans Malas yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sedang melaukan pantuan bencana dan telah melakukan evakuasi terhadap pohon yang tumbang ke badan jalan raya sepanjang jalan Borong-Ruteng, Bea Laing-Elar-Lamba Leda.

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan pendataan korban bencana angin kencang. Kata Malas, bencana itu hampir merata di seluruh 6 kecamatan di wilayah Matim.

"Tim dari bencana alam sudah turun memantau bencana alam yang terjadi hampir seluruh di enam wilayah kecamatan. Kita juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan pendataan kerusakan yang terjadi di seluruh wilayah desa. Selain itu kita juga telah melakukan evakuasi seluruh pohon yang tumbang ke badan jalan raya," kata Malas.

Informasi yang diperoleh koran ini dari Desa Waling, Desa Bangka Masa, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kecamatan Kota Komba, Lamba Leda dan Kecamatan Sambi Rampas, dimana diperkirakan ratusan rumah rusak akibat diterpa angin kencang. Selain itu dari Desa Compang Teber, rumah adat setempat (Mbaru Gendang) rusak parah. (krf3/ito)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 06.07.2013,
        21:55
        jeff
        Sayangnya kapela sampai detik ini 6/juli 2013 belum ada bantuan dari pemerintah. Mudah2an ada yang langsung datang lihat dan saksikan betapa mirisnya keadaan disini. From mobile
      2. 15.02.2013,
        17:01
        ferdi
        Kapela stasi rentung berada di desa compang kempo,bukan desa compang Loni. From mobile
      3. 20.03.2012,
        12:19
        amana gusty
        gimana dengan kapelanya apakah dalam keadaan baik atau rusak?