Selasa, 21 April 2015 | 16:52:27

Sabtu, 31 Maret 2012 , 08:53:00

JAKARTA - Bisa mengantongi status partai politik berbadan hukum dari Kementrian Hukum dan HAM, membuat Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) mulai sensitif. Buktinya, surat yang dikirimkan Koordinator Perwakilan PDIP di Amerika Serikat Sonny Sofiandi kepada pimpinan Bank Dunia, Robert Zoellick, dianggap sebagai upaya untuk mendiskreditkan Sri Mulyani Indrawati (SMI).

"Surat itu adalah upaya untuk mendiskreditkan SMI. Itu harus dianggap sebagai bagian dari realitas politik," ujar Ketua Umum Partai SRI Damianus Taufan kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor Partai SRI, Jumat (30/3).

Taufan mengatakan, upaya pelengseran Sri Mulyani tersebut dipastikan untuk mengganggu langkah mantan menteri keuangan ini di Pemilu Presiden 2014.  "Kita sadar ada gangguan. Sejak dari pembentukan banyak gangguan. Tidak seperti parpol lain. Bisa jadi karena partai SRI merupakan partai yang akan mengusung Sri Mulyani untuk menjadi calon presiden," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Bidang Politik Partai SRI Rocky Gerung menilai upaya politisi PDIP yang mengirimkan surat ke Bank Dunia agar memecat Sri Mulyani dari jabatan direktur eksekutif, merupakan upaya politik yang tidak cerdas. Selain langkah tersebut tidak memiliki dasar, PDIP juga bukan merupakan pemilik saham Bank Dunia.

"Jadi apa urusannya dia meminta World Bank memecat Sri Mulyani?" tambahnya.
   
Menanggapi tudingan tersebut, politisi Senior PDIP Pramono Anung menegaskan, perwakilan partai 'moncong putih' di AS yang meminta pemecatan SMI dari Bank Dunia tidak ada sangkut pautnya dengan PDIP. Menurut Pramono, surat itu murni bersifat pribadi dan bukan atas nama partai. "Yang pertama itu tidak ada sangkut pautnya dengan partai, itu sifatnya pribadi," kata Pramono di Gedung DPR, Senayan, kemarin. (dms)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar