Rabu, 03 September 2014 | 09:05:06
Home / Teknologi / Sains / Fosil Ular Raksasa Ditemukan di Kolombia

Selasa, 03 April 2012 , 10:10:00

BERITA TERKAIT

FLORIDA—Sekelompok ilmuan menemukan fosil ular raksasa di Kolombia yang diklaim sebagai fosil ular terbesar yang pernah ditemukan. Fosil ular ini dinamai Titanoboa, yang memiliki panjang 14 meter dengan berat lebih dari satu ton.

"Dalam hayal terliar anda tak pernah terbesit anda menemukan (ular) Boa, sepanjang 14 meter. Ular terbesar hari ini hanya setengah dari ukuran ini,’’ ujar  Dr Carlos Jaramillo, seorang ilmuan  dari Smithsonian Tropical Research Institute yang terlibat dalam penemuan itu sebagaimana dikutib BBC, Selasa (3/4).

Saking besarnya ular  yang dipercaya hidup 58 juta tahun lalu, mampu dengan mudah menelan buaya dewasa. Fosil ini sendiri ditemukan di sebuah tambang batu bara terbuka di Cerrejon, wilayah utara Colombia. Dalam penggalian itu tak hanya ular yang ditemukan, sejumlah satwa tropis  dalam ukuran raksasa yang ditaksir berasal dari era Palaeocene.

‘’Apa yang kami temukan adalah sebuah reptli raksasa yang telah hilang. Kura-kura sebesar meja dapur dan buaya terbesar  dalam sejarah fosil,’’ kata Jonathan Bloch, seorang ahli evolusi hewan vertebrata  dari University of Florida. "Setelah kepunahan dinosaurus,  hewan ini, Titanoboa, adalah pemangsa terbesar di atas planet ini 10 juta tahun terakhir,’’ tambahnya.

Namun demikian dalam ekskavasi itu, para ahli kesulitan menemukan fosil kepala Titanoboa itu. Alasannya, kepala ular merupakan bagian yang paling mudah hancur saat hewan tersebut mati. Terlebih tengkorak kepala ular tak terhubung  kuat dengan kerangka tubuh. Namun bersatu dengan jaringan otot.

"Tidak seperti tengkorak kita, tengkorak ular tidak digabungkan bersama. Sebaliknya mereka terhubung dengan jaringan,’’ imbuhnya.Tambah  Dr Jason Head, ahli ular dari University of Nebraska.

Karena itulah, para ahli kini terus mencari bagian tengkorak tersebut untuk memastikan struktur kepala serta apa yang mereka makan. ‘’Bila hewan mati jaringannya  ikat terurai dan semua tulang umumnya terpisah. Mereka sangat tipis dan rapuh juga dan seringkali ditemukan dalam kondisi hancur,’’ pungkasnya.

Kini replika  ular raksasa ini dipajang di  Smithsonian Natural History Museum di Washington, dan akan memulai tur ke sejumlah negara pada  2013. (zul/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar