Sabtu, 20 Desember 2014 | 18:31:20
Home / Olahraga / Tenis / Murray Gigit Jari Lagi

Sabtu, 21 April 2012 , 08:50:00

BERITA TERKAIT

MONTE CARLO - Ambisi Andy Murray untuk menambah gelarnya di musim 2012 kembali menemui batu sandungan. Petenis Inggris Raya itu bahkan tak mampu menjejak semifinal Monte Carlo Masters. Murray sudah harus tersingkir di perempat final yang berlangsung, Kamis (20/4) WIB.
   
Langkah Murray dihadang oleh petenis Republik Ceko Tomas Berdych. Berdych menuntaskan perlawanan Murray dalam pertarungan tiga set, 6-7 (4), 6-2, 6-3. Murray pun gagal meraih semifinal Monte Carlo Masters dalam empat tahun beruntun.
   
Murray mengakui sangat drutrasi dengan penampilannya. Berdych mampu menciptakan 16 kali kesempatan mematahkan servis Murray dan dia mewujudkannya dengan lima kali mencuri servis Murra. Sementara, murray hanya mampu sekali mengancam servis Berdych, itu pun dia gagal mencuri servis lawan.
   
"Ada banyak hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik, butuh waktu yang lama bagi saya untuk terbiasa di lapangan tanah liat. Itulah yang terjadi hari ini," ungkap Murray pada AFP.
   
Set pertama berlangsung panjang dengan menghabiskan durasi 74 menit. Di bawah teriknya matahari, Berdych menemukan kebangkitan di saat Murray justru mulai menurun. Dua set terakhir dimenangkan Berdych hanya dalam satu jam.
   
"Saya cuma harus tetap berada di pertandingan setelah set pertama, karena hanya nasib buruk yang membuat saya kalah di tie-break. Tapi, saya tahu permainan saya makin baik setelah itu," ujar Berdych.
   
"Harapan saya, terus bermain bagus di lapangan tanah liat," tambahnya.
   
Dominasi Berdych sangat terasa di dua set terakhir. Terutama di set kedua, dia mampu mematahkan tiga kali servis Murray. Kebangkitan tersebut membuat Murray tak mampu lagi mengimbangi Berdych.
   
"Dia (Berdych), bermain sangat bagus hari ini, mendikte banyak poin dan punya pukulan mematikan. Dia juga melakukan servis dengan baik," urai Murray.
   
Di semifinal, Berdych menghadapi tantangan berat selanjutnya. Dia harus melawan petenis nomor satu ATP (Asosiasi Tenis Putra) Novak Djokovic (Serbia). Di perempat final kemarin, Djokovic tak menemui kesulitan untuk menundukkan Robin Haase (Belanda). Unggulan teratas itu menang dengan 6-4, 6-2.
   
"Saya merasa penampilan saya di lapangan tanah liat kian nyaman. Tapi, saya belum menunjukkan suatu yang luar biasa," beber Djokovic. (ady)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 

        此页面上的内容需要较新版本的 Adobe Flash Player。

        获取 Adobe Flash Player