Kamis, 21 Agustus 2014 | 05:27:30
Home / Berita Daerah / Sulbar / Tiga Mobil Tertimbun Tanah Longsor

Selasa, 24 April 2012 , 04:05:00

BERITA TERKAIT

MAJENE – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Senin (23/4). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 Wita itu menyebabkan tiga unit mobil serta dua motor tertimbun tanah saat melintas di jalan itu.

Belum diketahui adanya korban jiwa, tapi dilaporkan lima warga terluka. Peristiwa ini juga menyebabkan jalan Trans Sulawesi tertutup tanah hingga sepanjang 30 meter. Antrean kendaraan hingga tiga kilometer pun tak bisa dihindari.
Kepala Dusun Onang, Desa Onang, ecamatan Tubo Sendana, Majene, Arifin, yang dihubungi  malam tadi mengungkapkan, kejadian tersebut diduga merupakan dampak dari hujan yang terus mengguyur daerah itu sejak pagi hingga sore.

"Kejadian ini tiba-tiba . Longsor menimbun badan jalan hingga menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang," ungkap Arifin.

Hingga berita ini ditulis, regu penolong yang datang ke lokasi kejadian dengan menggunakan eskavator langsung melakukan pengerukan terhadap lapisan tanah yang menutupi beberapa kendaraan roda empat maupun roda dua.
Menurut Arifin, sudah ada satu unit mobil AVP berwarna merah serta dua unit motor yang berhasil dievakuasi. “Saat ini masih terus dilakukan evakuasi dibantu warga setempat,” ujarnya.
   
Dari lima korban luka, tiga korban di antaranya dilarikan ke puskesmas pembantu di Desa Tubo, sementara dua orang lainnya langsung ke RSUD Majene untuk mendapatkan perawatan intensif.
Menurut Arifin, salah satu yang menyebabkan sulitnya evakuasi dilakukan karena adanya mobil tangki yang terjepit pada tebing reruntuhan.

Terpisah, Kepala Satuan Kerja Balai Jalan dan Jembatan Sulawesi Barat, Rohmul,  membenarkan kejadian di ruas Jalan Tammeroddo itu.  "Tapi saya belum dapat informasi apakah ada korban jiwa atau tidak, sebab tim kami juga masih berada di lokasi kejadian," ungkap Rohmul.
   
Menurutnya, titik longsor tersebut memang sedang dalam pengerjaan, sehingga armada yang berada tidak jauh dari lokasi segera melakukan evakuasi. "Jadi armada kami memang sedang berada tidak jauh dari lokasi, sehingga memudahkan kami segera melakukan evakuasi. Curah hujan di wilayah itu cukup deras, sehingga longsor tidak terelakkan,” tambahnya.

Hingga pukul 21.30 Wita, pihak kepolisian dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Satker Balai Jalan dan Jembatan masih melakukan evakuasi terhadap kemungkinan masih adanya kendaraan yang tertimbun tanah longsor. (far/sil)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar