Kamis, 30 Oktober 2014 | 20:43:29
Home / Berita Daerah / Gorontalo / Pertemuan Kapolda-Pangkostrad jadi Tontonan Warga

Selasa, 24 April 2012 , 06:22:00

BERITA TERKAIT

GORONTALO - Antusias warga yang ingin menyaksikan langsung pertemuan antara Kapolda Gorontalo bersama rombongan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) begitu tinggi. Hal ini sebagaiamana pantauan Gorontalo Post (JPNN Group) Senin (23/4).

Antusias warga tersebut telah mulai terlihat sejak sekitar pukul 13.00 Wita tengah hari kemarin, atau sebelum rombongan sampai di Mapolda Gorontalo, para warga nampak telah mulai berkerumun.  Menurut Ali, salah seorang warga yang berbincang-bincang dengan Gorontalo Post, mereka ingin mengetahui sekaligus ingin melihat secara langsung para petinggi Kostrad tersebut. "Biar cuma lihat dari luar pagar, yang penting sudah dapat lihat," tutur Ali.

Dilanjutkannya, selaku masyarakat Provinsi Gorontalo, dirinya sangat bersyukur pertemuan antara petinggi kedua institusi bersenjata tersebut digelar. Hal itu karena selaku masyarakat, Ali juga mengaku cukup prihatin dengan kondisi seperti sekarang ini. "Yang jelas selaku masyarakat, kami cuma berharap keadaan ini tidak berlarut-larut, karena kami merasa prihatin dan cemas kalau kondisi seperti ini terus terjadi," kata Ali.

Hal senada juga diungkapkan sejumlah warga lainnya. Diharapkan agar kondisi seperti ini segera beroleh solusi dan tidak akan terulang kembali demi kenyamanan masyarakat Gorontalo.

Rekonsiliasi Tingkat Prajurit

Sementara itu mantan Gubernur Gorontalo Dr.IrGusnar Ismail,MM mengemukakan, penyelesaian bentrok yang melibatkan oknum anggota Brimob dan Kostrad 221 Gorontalo tidak cukup jika hanya sebatas rapat di tingkat pimpinan saja. Lebih dari itu perlu adanya rekonsiliasi sampai di tingkat prajurit.

“Kejadian ini sudah berulang kali. Sehingga tidak cukup bila rekonsiliasi hanya dilakukan di tingkat pimpinan. Tetapi harus sampai di tingkat prajurit,” ujar Gusnar Ismail.

Menurut Gusnar Ismail, jika rekonsiliasi di tingkat prajurit tidak dilakukan maka konflik antar dua instansi tersebut sewaktu-waktu masih bisa terjadi. “Persoalan-persoalan kecil dapat memicu terjadinya konflik, karena itu harus dilakukan rekonsiliasi di tingkat prajurit,” tandas Gusnar Ismail. (tim)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar