Rabu, 30 Juli 2014 | 05:54:27
Home / Olahraga / Liga Italia / Janji Tanpa Kompromi

Minggu, 06 Mei 2012 , 15:36:00

MILAN - Perburuan scudetto Serie A mencapai klimaksnya pekan ini. Dengan dua laga tersisa dan hanya satu angka (77-78) yang memisahkan Juventus dan AC Milan, praktis giornata ke-37 nanti merupakan pekan yang sangat krusial.
 
Sorotan lebih besar tertuju kepada Milan. Rossoneri " sebutan Milan - harus melakoni grande partita bertajuk Derby della Madonnina kontra Inter Milan di Giuseppe Meazza (siaran langsung Indosiar pukul 01.45 WIB). Di sisi lain, pada saat bersamaan, Juve hanya akan melawat ke Cagliari, tim yang sudah tidak punya ambisi mengejar posisi di sisa musim ini.
 
Kondisi itu bertolak belakang dengan lawan yang dihadapi Milan. Inter masih berkepentingan mengejar tiga besar alias zona terakhir lolos ke Liga Champions musim depan. Padahal, saat ini, Inter masih tertahan di peringkat keenam dengan selisih tiga angka (55-58) dengan peringkat ketiga Napoli dan peringkat keempat Udinese.
 
Kubu Inter menegaskan, mereka tidak akan menyerah sampai akhir musim. Presiden Inter Massimo Moratti juga mengatakan apabila dia tidak peduli apabila hasil derby bisa memengaruhi penentuan scudetto. Ya, apabila Inter membungkam Milan dan Juve menang di Cagliari, Nyonya Tua " sebutan Juve " bakal mengunci titel pekan ini.
 
"Kami bukan favorit. Tapi, kami akan menghadapi derby dengan spirit yang sama (menang, Red)," kata Moratti seperti dilansir Corriere dello Sport
 
Hal senada diungkapkan bomber Inter Diego Milito. "Kami berjanji akan bermain tanpa kompromi. Derby adalah laga spesial dan kami ingin memenangkannya untuk tifosi. Kami juga tidak tertarik membicarakan scudetto," ungkapnya kepada Rai Sport.
 
Sebagai catatan, selain gawang Palermo (sembilan gol), gawang Milan berada di urutan kedua yang paling sering dibobol Milito (lima gol). Itu termasuk gol semata wayang kemenangan Inter dalam pertemuan pertama di Serie A musim ini (15/1).
 
Derby juga vital bagi allenatore Inter Andrea Stramaccioni. Pelatih 36 tahun itu mungkin akan kembali menangani Inter Primavera musim depan apabila gagal mempersembahkan tiket Liga Champions. "Berapa peluang saya bertahan dari 0-10 - 11. Saya ingin bertahan dan kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti," tutur pelatih yang baru sekali kalah dalam tujuh laga sejak menggantikan Claudio Ranieri itu.
 
Dari kubu seberang, allenatore Milan Massimiliano Allegri tetap tidak tenang sekalipun sudah mendapat garansi dipertahankan dari pemilik klub, Silvio Berlusconi. Bagaimanapun, tuntutan menang menjadi beban tersendiri bagi Allegri maupun anak asuhnya.
 
"Inter menjalani home terakhir musim ini sehingga saya yakin mereka akan bermain ofensif dan bisa menyulitkan kami. Karena itu, kami harus bermain lebih baik dibandingkan saat menghadapi Atalanta pekan lalu," kata Allegri sebagaimana dilansir Canale Milan.
 
Allegri pun tidak berharap ada bonus lagi dari hasil Juve sebagaimana saat seteru Milan itu ditahan 1-1 oleh Lecce di kandang sendiri. "Sekalipun Juve mengalahkan Cagliari, saya 99 persen masih yakin kami memenangi scudetto," sambungnya.
 
Trequartista Milan Kevin-Prince Boateng tak kalah percaya diri. Pemain asal Ghana itu menilai tekanan scudetto lebih besar sebenarnya ada di pundak Juve. "Sisa laga Juve lebih mudah. Tapi, apabila mereka membuat kesalahan lagi, kami siap menyalip mereka," ungkapnya kepada Sky Sport Italia. (dns/bas)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar