‚Äč
Jumat, 30 Januari 2015 | 05:25:39

Jumat, 15 Juni 2012 , 20:05:00

JAKARTA - Aksi protes pascapenembakan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Musa Mako Tabuni (32)  masih berlanjut. Sejumlah kendaraan dan ruko menjadi sasaran amuk sejumlah warga yang  merah atas penembakan tersebut. Hasilnya kondisi Kota Jayapura masih belum kondusif.

Namun demikian, Kabareskrim Polri Komjen (Pol) Sutarman menyebut, aksi protes tersebut tidak akan menghentikan langkah polisi untuk menangkap para pelaku penembakan lainnya.

‘’Mungkin ketidakpuasan oleh sekelompk masyarakat tertentu, tapi bisa kita atasi. Sehingga  proses selanjutkan kita akan terus lakukan pengungkapan pelaku yang terlibat penembakan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab,’’ ujar Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/6).

Seperti diketahui Tabuni tewas dalam upaya penangkapan yang dilakukan polisi  di Perumnas III- Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Kamis (14/6) pagi. 

Selain Tabuni yang kini telah dimakamkan, polisi kini telah menahan tiga warga lainnya yang diduga kuat terlibat aksi penembakan misterius yang terjadi di sejumlah lokasi di Papua.

Penangkapan ini kemudian menimbulkan aksi protes. ‘’Saya melihat dari aspek kriminal karena kejajatan yang dilakukan adalah menembak seseorang yang tidak berdosa. Dan distu kita menemukan keterangan saksi dan menemukan kelompok-kelompok yang melakukan kejahatan tersebut,’’ imbuhnya.

Kini polisi mengaku telah mengantongi sejumlah nama para pelaku lainnya. Para pelaku tersebut kini dalam upaya penangkapan. Menurut Sutarman, dibutuhkan strategi khusus untuk melakukan penangkapan tersebut agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat setempat.

‘’Kita akan kembangkan terus, jaringannya sudah ada di kita, sudah kita petakan sejak lama.  Cuma kita harus masuknya betul-betul memperhatikan berbagai aspek karena kita mengetahui bahwa kajadiannya ada di beberapa daerah, seperti di Timika, Puncak Jaya dan daerah lain di Papua,’’ imbuhnya.

Namun demikian saat ditanya apakah ada kaitan antara KNPB dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sutarman masih enggan mengkaitkan. ‘’Sampai saat ini kita belum mengembangkan sampai ke arah sana. Kelompok ini dari kelompok siapa, tujuannya untuk apa, tentu nanti semuanya akan kita ungkap latar belakangnya sehingga dia melakuakn penembakan terhadap orang-orang yang tidak berdosa,’’ pungkasnya.(zul/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar