Rabu, 30 Juli 2014 | 05:54:43
Home / Nasional / Hukum / IPW Tolak Penguatan Densus 88 di Papua

Sabtu, 16 Juni 2012 , 14:29:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyatakan penolakan terhadap penguatan peran Densus 88 di Papua. Dia melihat ada upaya dari sejumlah petinggi Polri untuk memanfaatkan kondisi di Papua yang kian memanas.

"Penguatan peran Densus 88 ini ditandai dengan adanya upaya untuk menjadikan Ketua BNPT Irjen Tito Karnavian sebagai Kapolda Papua," ungkap Neta kepada wartawan, Sabtu (16/6).

IPW beralasan bahwa persoalan Papua bukanlah masalah terorisme, melainkan soal kesenjangan sosial ekonomi yang selama ini diderita masyarakat Negeri Cendrawasih itu.

"Jika gagasan ini dipaksakan, IPW khawatir Papua akan menjadi Daerah Operasi Densus 88. Artinya akan terjadi penanganan keamanan dengan pola represif, yang mengedepankan penggunaan senjata," jelas Neta.

Padahal yang dibutuhkan Papua adalah pola-pola penanganan yang persuasif, dialogis, dan pendekatan sosial. Polri harus mengedepankan dan memaksimalkan peranan Bimas dan intelijen untuk melakukan deteksi dini dan antisipasi situasi.

Bahkan jika Polri memaksimalkan Densus 88 dan Papua dijadikan Daerah Operasi Densus, maka dikhawatirkan terjadinya perlawan sengit dari rakyat Papua dan Era DOM Timtim versi baru pun akan terjadi di Papua.

"Situasi ini bukan mustahil akan dimanfaatkan pihak asing untuk memberi dukungan maksimal pada potensi kekuatan sparatis di Papua, yang ujung-ujungya Papua akan lepas dari NKRI seperti era Timtim," pungkas Neta.

Ditambahkannya, IPW sepakat Kapolda Papua sekarang harus diganti, namun penggantinya harus lah seorang figur yang mampu mengkonsolidasikan kepolisian Papua, memaksimalkan Bimas dan intelijen serta aktif membangun dialog dengan masyarakat Papua.(fat/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 17.06.2012,
        20:49
        sariminco
        maju terus kawan.............
      2. 16.06.2012,
        22:40
        papuahuman
        anto ,anda pernah sekolah tidak? komenmu kaya bebek minta makan
      3. 16.06.2012,
        17:25
        anton
        TUKANG OJEK YANG TIDAK BERSALAH DAN BUKAN ASLI IRIAN ALIAS PENDATANG DITEMBAK MATI SEPERTI MEMBUNUH AYAM...
        PRIBUMI IRIAN DITEMBAK MATI LALU MEREKA MENGAMUK ANARKIS SEPERTI ANJING GILA...
        IRIAN ATAU SEKARANG ITU NAMANYA PAPUA DIKARENAKAN KESALAHAN GUBERNUR ATAU BUPATINYA SENDIRI YANG ASLI ORANG PAPUA MELAKUKAN 'KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISMEā€... LALU KENAPA PENDATANG YANG DISALAHKAN.... !!!!!
        PAPUA MAUNYA MERDEKA APA...??!!!!
        N.K.R.I. HARGA MATI...
        KALAU PAPUA MENEMBAKI PENDATANG YANG TIDAK BERSALAH...
        KAMI DARI PULAU SUMATERA, JAWA, KALIMANTAN, SULAWESI, BALI, NUSA TENGGARA, MALUKU DAN PULAU LAINNYA DI SELURUH INDONESIA... AKAN MEMPERTAHANKAN PAPUA BAGIAN DARI N.K.R.I.... LEBIH BAIK PAPUA HANCUR LEBUR... TENGGELAM DIDASAR LAUTAN KALAU SAMPAI MENGKHIANATI N.K.R.I. ... INGAT TEMAN-TEMAN SELURUH INDONESIA... INGAT PERJUANGAN SELURUH RAKYAT INDONESIA DAHULU SEWAKTU JAMAN BUNG KARNO MEREBUT 'PAPUA BARAT' DARI TANGAN PENJAJAH BELANDA... !!!!!
        APA SEKARANG KITA BISA MELEPASKAN BEGITU SAJA PARA PENGKHIANAT NEGERI INI YANG MAU MENGOBRAK-ABRIK KEUTUHAN N.K.R.I. ????
        MAJU TERUS PANTANG MUNDUR WAHAI SAUDARAKU UNTUK MEMBELA TANAH AIR...
        DARI SABANG SAMPAI MERAUKE.
        MENUJU INDONESIA RAYA.
        AMIEN.