Kamis, 28 Agustus 2014 | 10:20:29
Home / Berita Daerah / Papua / Kejar OPM, TNI Lakukan Patroli Udara

Rabu, 04 Juli 2012 , 09:29:00

BERITA TERKAIT

JAYAPURA- Terkait peristiwa yang menimpa Kepala Kampung Sawiyatami Johanes Yanupron setelah ditembak orang tak dikenal (OTK), Pangdam XVII/Cenderawasih selaku Pangkoops memerintahkan kepada Danrem172/PW Kolonel Inf Joppye Onesimus Wayangkau pada Selasa (3/7) siang untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) dibawah pimpinan Lambert Pekikir.

Dari Pengejaran tersebut, aparat TNI yang di pimpin oleh Danrem 172/PW, berhasil menemukan satu pucuk senjata rakitan dan selongsong peluru dengan jenis peluru Dobollop, satu buah parang panjang bahkan pengibaran bendera Bintang Gejora di beberapa tempat di lakukan dengan melakukan patroli udara.

"Nampaknya senjata rakitan yang ditemukan TNI sama dengan video streaming Lamberth Pekikir, yang mana dalam video tersebut," ungkap Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI M. Erwin Syafitri kepada Cenderawasih Pos (Grup JPNN).

Dimana dalam Vidoi tersebut, Lamberth Pekikir menyampaikan pidatonya mengajak untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora yang sedang dikawal oleh anggotanya dengan bersenjatakan senjata rakitan yang jenisnya sama dengan yang ditemukan aparat TNI.

Dugaan kuat pelaku penembakan adalah kelompok bersenjata orang tak dikenal (OTK) itu berasal dari kelompoknya Lamberth Pekikir yang melakukan penembakan terhadap Kepala Kampung Sawiyatami, Yohanes Yanupron.

"Pengejaran terhadap  OTK yang dilakukan oleh aparat keamanan gabungan TNI/Polri masih terus dilakukan di sekitar tempat kejadian walaupun sudah ditemukan satu pucuk senjata rakitan dan selongsong peluru dengan jenis peluru dobolhop, mengingat kekuatan mereka antara 20 sampai 30 orang dengan miliki senjata campuran," paparnya.

Di samping itu, Pangdam juga mengatakan upaya mencegah ajakan Lambert dan CS untuk mengajak warga melakukan pengibaran bendera Bintang Gejora di beberapa tempat. "Namun kami juga berupaya untuk meminta warga warga tidak banyak yang terpengaruh lagi untuk menaikannya dan kami juga melihat warga kurang merespon ajakan mereka," tukasnya.

Sementara itu Danrem mengatakan, apa yang di lakukan oleh TNI ini sudah sesuai fungsi dan yang diamanatkan oleh undang-undang TNI untuk membantu tugas Kepolisian Republik Indonesia untuk tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan UU dan juga demi kepentingan masyarakat," ujar Pangdam. (CP/sam/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar