Sabtu, 23 Agustus 2014 | 12:34:22
Home / Teknologi / Sains / Astronom: Bintang Raksasa Tentukan Evolusi Galaksi

Jumat, 27 Juli 2012 , 13:27:00

BERITA TERKAIT

AMSTERDAM - Para astronom menemukan bintang-bintang dengan massa paling cerah ternyata tidak hidup sendirian.  Hampir tiga perempat dari bintang-bintang yang ditemukan memiliki sebuah bintang sebagai teman dekat, jauh lebih dari yang diperkirakan sebelumnya. Hasil pengamatan ini diterbitkan dalam jurnal Science edisi 27 Juli 2012.

"Anehnya sebagian besar pasangan ini interaksinya saling mengganggu, seperti adanya perpindahan massa dari satu bintang ke yang lain (saling memakan). Dan sekitar sepertiganya bahkan akhirnya bergabung dan membentuk sebuah bintang tunggal," ujar Hugues Sana astronom Universitas Amsterdam, Belanda seperti dilansir sciencedaily.

Studi baru menggunakan Teleskop European Southern Observatory Very Large (VLT) juga menunjukkan bahwa bintang-bintang yang paling sangat cerah merupakan pendorong terjadinya evolusi galaksi.

Menurutnya, alam semesta tempat yang beragam, dan banyak bintang yang tidak seperti Matahari. Karenanya, sebuah tim internasional dengan menggunakan VLT mempelajari bintang-bintang yang dikenal tipe-O , yang memiliki suhu , massa dan kecerahan yang sangat tinggi.Bintang-bintang ini memiliki kehidupan pendek, karena memainkan peran kunci dalam evolusi galaksi.

Mereka juga terkait dengan fenomena ekstrim seperti "bintang vampir," di mana bintang yang lebih besar menghisap massa bintang pasangannya lebih kecil dan akhirnya siklusnya berakhir dengan munculnya ledakan sinar gamma.

"Mereka memiliki 15 kali atau lebih massa matahari dan bisa sampai satu juta kali lebih terang. Bintang-bintang ini juga begitu panas dan bersinar dengan cahaya biru-putih cemerlang dan memiliki suhu permukaan lebih dari 30.000 derajat Celcius," tambahnya.

Dengan menganalisis cahaya yang datang dari target tersebut secara lebih rinci daripada sebelumnya, tim menemukan bahwa 75 persen dari semua O-bintang tipe ada di dalam sistem biner, proporsi yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Lebih penting lagi, meskipun, mereka menemukan bahwa proporsi pasangan ini yang cukup dekat untuk berinteraksi melalui penggabungan bintang satu sama lain atau transfer massa (bintang vampir), hal ini memiliki implikasi besar bagi pemahaman kita tentang terjadinya evolusi galaksi evolusi.

Sampai saat ini, astronom umumnya menganggap orbit bintang biner besar adalah pengecualian, sesuatu yang hanya diperlukan untuk menjelaskan fenomena eksotis seperti sinar-X binari, pulsar ganda dan binari lubang hitam. Studi baru menunjukkan bahwa penafsiran tersebut tidak sepenuhnya benar, hal ini dikarenakan bintang-bintang ganda raksasa sangat unik, kehidupan mereka secara fundamental berbeda dengan bintang tunggal. (esy/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar