Rabu, 03 September 2014 | 09:09:57
Home / Olahraga / Sepakbola / PSSI dan LPIS Saling Lempar

Rabu, 08 Agustus 2012 , 04:39:00

Titus Bonai. Foto: Charlie L/Indo Pos
Titus Bonai. Foto: Charlie L/Indo Pos
BERITA TERKAIT

JAKARTA - Bola panas mengenai kasus Titus Bonai terus bergulir. PSSI maupun PT.LPIS saling melempar tanggung jawab soal siapa yang bersalah. Induk organisasi sepak bola tertinggi itu menyebut masalah ini menjadi tanggungan PT.LPIS sebagai regulator liga.

"Silahkan tanya kepada Pak Widja (CEO PT.LPIS Widjajanto, red.) sebagai orang yang paling pas menjawab soal ini. Beliau yang tahu pasti karena ini menyangkut liga. Bukan kapasitas saya untuk membeberkan masalah ini," kata ketua PSSI Dhohar Arifin kemarin (7/8)

Ketika jajal dikonfirmasi Jawa Pos kemarin di kantornya, CEO PT.LPIS Widjajanto menyatakan masih mengumpulkan bukti terkait keterlibatan Llano Mahardika, staf departemen kompetisi PT LPIS. Widja menegaskan bakal memberikan sanksi jika ada anak buahnya yang melanggar aturan di LPIS.

"Kami masih terus mencari bukti yang ada. Jangan sampai nanti ini menjadi fitnah atau sekedar pencemaran nama baik. Kalau terbukti LPIS akan jatuhkan hukuman kepada yang bersangkutan," ucap pria asal Surabaya itu.      

Kasus pencatutan nama Persebaya Surabaya sebagai klub yang memberi rekomendasi kepada Tibo agar bisa bermain di klub Thailand ini memang cukup ruwet. Dalam surat rekomendasi itu, Tibo dinyatakan sebagai pemain Persebaya. Anehnya manajemen Persebaya tak tahu menahu dan tak merasa mengeluarkan surat itu. 

Widja lantas menuturkan bahwa sejak awal liga bergulir, pihaknya telah membuat regulasi tidak ada staf LPIS yang boleh bertindak selaku agen pemain atau pelatih. Jika terbukti bertindak di luar kepatutan tersebut, sanksi disiplin bakal diberikan.

Di sisi lain, Direktur Utama PT.Persebaya Indonesia Cholid Goromah telah meminta untuk Direktur Utama PT.Pengelola Persebaya (PP) Dityo Pramono mengambil langkah serius soal kasus Tibo ini. Pasalnya hal itu terkait nama baik Persebaya.

"Bukan lantaran mau gagah-gagahan. Namun dengan pengusutan kasus ini dengan serius bisa memberikan efek jera kepada oknum yang mencatut nama Persebaya. Ini bukan perkara mudah," tutur Cholid. (dra/aam)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 25.06.2014,
        07:13
        nice penalty removal
        nGGrCu I really enjoy the blog post. Really Great. From mobile
      2. 07.04.2014,
        09:32
        best money here
        fnKcim Really enjoyed this blog article. Want more. From mobile
      3. 09.08.2012,
        05:13
        Tuanku Talang
        ikolah komentar urang-urang munafik di sepakbola indonesia. ndak yang nio mengku salah yo bana ndak gentleman... tidak berprilaku muslim layaknyo
      4. 09.08.2012,
        04:55
        getuk
        wijyanto muka idot..tau apa dia tentang sepak bola..wajahnya idot.
      5. 08.08.2012,
        21:54
        anti kpsi
        paling otak pelakunya ya orang orang itu aja...,dasar perusak spk bola...,maju terus pssi LEGAL...,hidup IPL..,pak johar yes...la nyala NO..NO..
      6. 08.08.2012,
        19:34
        deden
        kapok lu LPIS dan PSSI Katanya Profesional tak tahunya AMBURADUL wkwkwk
      7. 08.08.2012,
        15:58
        HUDRI
        siapapun yang disana (pssi/kpsi)
        jangan rusak sepakbola kami

        kembalikan sepak bola kami

        rakyat udah rindu sepakbola indonesia
      8. 08.08.2012,
        15:58
        HUDRI
        siapapun yang disana (pssi/kpsi)
        jangan rusak sepakbola kami

        kembalikan sepak bola kami

        rakyat udah rindu sepakbola indonesia
      9. 08.08.2012,
        14:34
        ivan
        PSSI Johar, PSSI jamn Nurdin, KPSI La Nyalla podo2 mbulet thok ae... ndelok liga luar negeri ae enak gak pusing2..hehe
      10. 08.08.2012,
        14:08
        don juan suka sepakbola
        MAMPUS LOE DJOHAR! PULANG KAMPUNG AJA SANA!