Sabtu, 23 Mei 2015 | 23:27:49

Sabtu, 11 Agustus 2012 , 09:42:00

INGGRIS akan memberi bantuan 5 juta poundsterling atau sekitar RP 73,8 miliar kepada pemberontak Suriah untuk membeli peralatan komunikasi dan obat guna melanjutkan perlawasan terhadap Presiden Bashar al-Assad.

Hal itu disampaikan Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris kemarin. Menteri Luar Negeri William Hague dijadwalkan mengumumkan bantuan itu bersama dengan peningkatan hubungan antara negaranya dengan kelompok oposisi Suriah, terutama Tentara Pembebasan Suriah. Namun, Inggris menegaskan tetap tidak akan memasok persenjataan.

Hague dalam sebuah artikel di harian The Times mengatakan, Inggris meningkatkan bantuan tidak mematikannya karena rakyat Suriah tidak bisa menanti saat upaya diplomasi tengah berjalan.

"Pekan ini, atas instruksi saya, perwakilan khusus saya setingkat duta besar telah menghubungi dan bertemu elemen-elemen politik dari Tentara Pembebasan Suriah," katanya.

Hague mengatakan bahwa kontak Inggris dengan kelompok-kelompok pemberontak Suriah bertujuan untuk membantu mereka bersatu melawan Bashar."Ini bukan berarti memihak dalam perang saudara. Risiko rusaknya sistem dan kekosongan pemerintahan sangat besar sehingga kita harus membangun hubungan dengan mereka yang berpeluang memimpin Suriah di masa depan," tambah dia.

Ia mengatakan Inggris akan memberi kelompok pemberontak itu pesan "tegas bahwa mereka harus mematuhi standar perlindungan hak asasi manusia, tidak peduli apa yang dilakukan oleh rezim ".

Bantuan tambahan yang disediakan oleh Inggris itu akan mencakup peralatan kesehatan, alat pemurnian air, dan generator listrik portabel, kata Hague. Para aktivis mengatakan konflik di Suriah telah menewaskan lebih dari 21 ribu orang. AFP/DAY
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar