Selasa, 27 Januari 2015 | 12:45:33

Sabtu, 18 Agustus 2012 , 07:51:00

PUNCAK arus mudik melalui Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak seperti yang diperkirakan. PT Dharma Lautan Utama (DLU) justru mengalami kerugian cukup besar mencapai puluhan juta rupiah akibat sepi penumpang di puncak arus mudik. Sepinya penumpang diperkirakan karena ribuan penumpang telah terangkut kapal-kapal milik PT Pelni.

“Kami mengalami kerugian besar karena mendatangkan kapal, tapi ternyata jumlah penumpang tidak seperti yang diperkirakan pihak regulator bahwa akan ada lonjakan penumpang yang besar. Padahal, kami sudah order kapal dan melayani penjualan tiket dari tanggal 15 Agustus, tapi sepi peminat,” kata Kepala Operasi PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, Jumat (17/8).

Simanjuntak memperkirakan kerugian yang dialami berkisar antara Rp 70 – 80 juta. Kerugian tersebut dari biaya operasional mendatangkan kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju pelabuhan Sampit, kemudian diberangkatkan lagi ke pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Kerugian dihitung dari biaya solar, biaya tambat, dan biaya lainnya.

Dia mengungkapkan, jumlah penumpang yang diberangkatkan menggunakan Kirana III pagi kemarin sebanyak 237 orang, padahal, kapasitas kapal mencapai sekitar 850 orang. Selain itu, jumlah penumpang yang akan diberangkatkan dengan Kapal Kirana I hari ini (18/8) dengan tujuan Surabaya, diperkirakan lebih sepi. Sampai siang kemarin jumlah penumpang yang terdaftar baru 120 orang. PT Dharma Lautan Utama telah memberangkatkan sekitar 3.000 pemudik melalui 9 call kapal sampai kemarin. “Baru 120 orang yang terdaftar sampai siang ini (kemarin, red). Tahun ini berbeda dari tahun lalu, dimana puncak arus mudik kami bisa mengangkut sesuai kapasitas,” katanya.

Sementara itu, pantauan Radar Sampit, arus mudik melalui pelabuhan Sampit sampai kemarin aman dan lancar. Puluhan petugas kepolisian dibantu petugas pelabuhan dan anggota pramuka berhasil mengamankan para pemudik yang jumlahnya ribuan. Petugas di pelabuhan membuka gerbang secara bergantian sehingga penumpang tidak berjubel naik kapal.

Ada empat kapal yang mengangkut ribuan pemudik menuju Surabaya dan Semarang. Sekitar sepuluh ribu penumpang diangkut oleh melalui KM Lawit, KM Binaiya, KM Kelimutu dan KM Kirana III secara bergantian sejak dini hari sampai malam. Jumlah penumpang melalui Pelabuhan Sampit diperkirakan mencapai 30 ribu penumpang.

Manager Pelindo III Cabang Sampit Abdul Rofid Fanany mengungkapkan, pihaknya all out melakukan pengamanan dan pelayanan arus mudik. Selain itu, belum ditemukan pelanggaran yang dilakukan pihak pelayaran, baik mengangkut penumpang di luar kapasitas, maupun pelanggaran lainnya. “Sampai puncak arus mudik hari ini (kemarin, red), dari sisi keamanan di pelabuhan nihil kejadian. Arus mudik tahun ini aman dan lancar,” katanya. (ign)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar