Selasa, 09 Februari 2010  
Hot Topics >> Ekonomi - Nusantara ** BARU ** Interaksi antar pembaca JPNN.COM dapat dilakukan melalui akun jejaring sosial Facebook >>
 
 
   
Kamis, 28 Mei 2009 , 19:31:00
 
JAKARTA - Seruan kepada istri SBY-Boediono untuk menggunakan jilbab oleh elit PKS, Zulkieflimansyah, tidak diterima baik oleh elit PKS lainnya. Walhasil, Zulkieflimansyah yang akrab disapa Zul, mendapat teguran dari DPP PKS.

Adanya teguran ini diakui Presiden DPP PKS Tifatul Sembiring, di Jakarta, Kamis (28/5). "Lontaran Zul hanya pernyataan pribadi. Bukan officially. (Zul) sudah kita peringatkan. Ternyata dia baca survei LRI (Lembaga Riset Informasi)," ujar Tifatul.

Sebelumnya, Zul meminta Kristiani Herawanti Yudhoyono dan Herawati Boediono memakai jilbab, untuk mendulang simpati dari pemilih Islam pada pilpres 8 Juli mendatang. Saran Zul ini mengacu kepada hasil survei yang menyebutkan bahwa sebagian besar simpatisan dan kader PKS ternyata memberikan hatinya kepada JK-Wiranto. Alasannya, kedua calon pemimpin inilah yang paling dekat dengan warna keislaman yang dianut kader dan simpatisan PKS, lantaran kedua istrinya muslimah taat (berjilbab).

Tak terbantahkan, isu jilbab atau pakaian bercorak Islam ini menjadi hal sensitif di kalangan elit, kader dan simpatisan PKS. Pasalnya, sebagai partai dakwah, hampir 100 persen wanita yang menjadi anggota dan simpatisan PKS memakai jilbab. Makanya, eksistensi istri JK-Wiranto pun dipastikan bisa menjadi pemicu pecahnya dukungan PKS di grass root.

Namun, Tifatul Sembiring menegaskan bahwa PKS masih tetap solid dan tak tergoyahkan karena pernyataan Zul. Zulkieflimansyah disebut bukan sebagai acuan utama dalam pengambilan kebijakan partai. Suara resmi partai adalah suara dari pimpinan partai (DPP dan Majelis Syuro).

"Tidak ada yang pecah. Di PKS itu, tidak bisa orang luar yang tak jelas memberi komando. Tidak akan dituruti (oleh kader di tingkat bawah)," tegas Tifatul.

Namun lebih lanjut, Tifatul Sembiring juga menolak jika peringatan terhadap Zul ini dikategorikan teguran keras. "Kita tidak bisa keras-kerasan begitu. PKS tidak seperti itu. Kita egaliter. Perbedaan pendapat itu sudah biasa," tambahnya.

Sementara itu, pengamat politik Islam dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Dr Bachtiar Effendy, Kamis (28/5) menyatakan, PKS kembali memutar lagu lamanya terkait isu jilbab ini. Suara kritis dan berbeda dipangkas dengan teguran oleh DPP PKS. Padahal katanya, ini justru bisa merugikan citra partai.

"Ah, kemarin yang diperingatkan Fachri Hamzah, lalu Anis Matta. Ini lagu lama. Orang sudah tahu kalau ini taktik PKS. Yang penting nama PKS terus bergulir," kata Bachtiar.

Sebenarnya, kata Bachtiar, Zul tidak salah dalam konteks mengingatkan capres Susilo Bambang Yudhoyono dan partai-partai yang mengusungnya, andai saja saran tersebut tidak disampaikan ke publik. Menurutnya, polemik di internal PKS soal usul jilbab ini sebenarnya memancing kecurigaan publik. Apalagi sebelumnya dibarengi dengan pernyataan PKS tak bisa menjamin warganya untuk memilih SBY.

Bachtiar pun mengingatkan PKS untuk tidak banyak menggunakan pola ini. Pasalnya, semakin PKS memainkan kartu dan manuver seperti saat ini, maka semakin orang tak percaya. (ysd/JPNN)
 
    JPNN.COM | Serukan Soal Jilbab, Zul Ditegur PKS
  • Print
  • Email
  • RSS
  • Track Back
  • Digg
  • Twitter
  • LintasBerita
  • Facebook
javecko Kamis, 28 Mei 2009 , 20:59:40
jilbab secara fisik yang menutupi aurat tidak lah menjamin seseorang itu dekat dengan agama, apalagi dibeberapa daerah orang diwajibkan memakai jilbab untuk pergi kekantor ataupun ke sekolah, tapi diluar itu? kita bisa membuktikannya sendiri tanpa harus survey lapangan...

buat ap aurat tertutup jilbab tetapi hatinya tidak dijilbabkan...

semua tindakan kita, baik atau buruk, tergantung dari niatnya... dan asalnya dari hati kita sendiri...
 
Komentar Anda untuk berita/artikel "Serukan Soal Jilbab, Zul Ditegur PKS"
 
   
  + Other News / Category     
 
Kolom Dahlan Iskan
Mati Listrik 10 Jam? Di Surabaya?
RASANYA tidak masuk akal. Apalagi, itu terjadi di akhir bulan Januari 2010 di saat semestinya tidak ...
Other
 
Kolom Bersihar Lubis
Kerbau Itu Ikon Demokrasi
KUINGAT lagi kolom yang kutulis sembilan tahun silam, tentang kerbau sebagai ikonologi di majalah Ga ...
Other
 
Gunakan akun Facebook Anda di forum ini
 
 
   
 
Home Nasional Nusantara Politik Ekonomi Internasional Olahraga Hiburan Teknologi