Sabtu, 25 Oktober 2014 | 19:40:40
Home / Teknologi / Komunikasi / Menristek : IT KPU Terlalu Canggih

Kamis, 11 Juni 2009 , 17:53:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA—Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman mengaku baru diajak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menangani jaringan Information Technology (IT) pada 12 Maret lalu. Sebelumnya, pemerintah lewat Kementrian Ristek telah mengusulkan untuk membantu menganalisa datanya dari sisi teknologi. Sayangnya, usulan itu ditolak KPU.

“Sebenarnya kami menyayangkan sikap KPU yang menolak bekerja sama dengan pemerintah. Alasannya jika pemerintah masuk, independensi KPU akan hilang,” kata Kusmayanto di gedung DPR, Senayan, Kamis (11/6).

Masuknya pemerintah dalam mengelola jaringan IT KPU, kata Kusmayanto, bukan bermaksud memasuki kewenangan KPU, tetapi lebih ke penerapan teknologi. “Pola pikir KPU harus diubah. Independen bukan berarti tidak menerima bantuan teknologi pemerintah,” cetusnya.

Setelah KPU mengizinkan Kementrian Ristek masuk, terang Kusmayanto, ada beberapa hal yang ditemukan pada sistem jaringan IT-nya. Salah satunya jaringan IT KPU terlalu canggih sehingga kecanggihan itu kalau tidak mampu dipahami penggunanya malah akan menjadi bumerang.

“Kami saat itu mengusulkan KPU untuk membuat jaringan baru yang lebih mudah dipahami, sehingga data-data hasil pemilunya bisa terupdate dengan cepat. Kalau belakangan, ada tuduhan permainan politik, wallahu’alam. Karena kami tidak masuk dalam ranah politik,” tegasnya.

Sementara Wahyudin Munawir, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS menyarankan Kementrian Ristek mengawal sistem jaringan KPU. Mengingat Pilpres 8 Juli mendatang sudah di depan mata. “Sistem teknologi informasi KPU harus diawasi, karena ini pengaruhnya sangat besar terhadap legitimasi hasil Pilpres 2009,” pungkasnya. (esy/JPNN)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar