Ukraina Timur Tuntut Referendum seperti Crimea

Ukraina Timur Tuntut Referendum seperti Crimea
Ukraina Timur Tuntut Referendum seperti Crimea

KIEV - Krisis di Ukraina bagian timur terus meningkat setiap hari. Senin (7/4) massa pro-Rusia menduduki gedung-gedung pemerintahan milik Ukraina di tiga kota. Yaitu, Kharkiv, Luhansk, dan Donetsk. Massa yang menguasai Donetsk menyatakan, mereka akan memisahkan diri dari Ukraina seperti Crimea. Mereka berencana mendirikan Republik Rakyat dan akan mengadakan referendum pada 11 Mei mendatang. 

 

Tentu, pemerintah Ukraina tidak tinggal diam. Kemarin (8/4) mereka berhasil mengambil kembali gedung di Kharkiv dari massa pro-Kremlin. Otoritas pemerintah Ukraina berharap mereka pun akan menguasai dua gedung lainnya secepatnya. Pemerintah sebenarnya sudah berusaha berbicara dengan massa pro-Kremlin di Donetsk, namun belum ada hasil.

  

"Situasi di timur Ukraina sudah terkontrol, tetapi tetap berbahaya," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Danylo Lubkivsky. Beberapa polisi terluka dalam penyerangan di Kharkiv tersebut. Sebanyak 70 orang pro-Kremlin ditangkap tanpa tembakan.

  

Presiden sementara Ukraina Oleksandr Turchynov menegaskan, massa yang menguasai gedung di tiga kota tersebut akan dicap teroris dan pelaku kriminal. Mereka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Meningkatnya ketegangan di wilayah timur Ukraina itu membuat Amerika Serikat (AS) cemas. Menteri Luar Negeri AS John Kerry pun menelepon Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

  

KIEV - Krisis di Ukraina bagian timur terus meningkat setiap hari. Senin (7/4) massa pro-Rusia menduduki gedung-gedung pemerintahan milik Ukraina

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News