Ditinggal Anak, Kakek 89 Tahun Gantung Diri

Ditinggal Anak, Kakek 89 Tahun Gantung Diri
Ditinggal Anak, Kakek 89 Tahun Gantung Diri

jpnn.com - MEDAN - Di usia senjanya, Ahmad Kahar (89) harus hidup sebatang kara di rumahnya. Sementara anak-anaknya memilih angkat kaki dan tinggal bersama keluarga baru mereka. Stres dengan keadaannya, kakek pensiunan PTPN IX itu pun memilih gantung diri dengan seutas tali.

Jasad Ahmad Kahar pertama kali ditemukan menantunya, Nur Sri Erni (40). Sabtu (12/4) sekira pukul 10.00 wib, Nur Sri Erni mengantarkan nasi dan sayur untuk makan mertuanya yang tinggal seorang diri itu.
 
Begitu tiba di rumah mertuanya di Jalan Medan-Binjai KM 16 tepatnya di Dusun 1 Desa Melati Diski, Kec. Sunggal. Nur lantas melangkahkan kakinya masuk ke rumah yang sekaligus menjadi tempat pembayaran rekening listrik itu.

Begitu masuk ke dalam rumah, Nur meletakkan nasi dan sayur di meja. Nur bahkan mengingatkan mertuanya itu untuk makan. Lantaran tak ada jawaban dari sang mertua, Nur mencari lelaki lebih setengah abad itu.

Semakin penasaran akan keberadan Ahmad, Nur mencoba mencari ke kamar mandi. Betapa terkejutnya Nur ketika mendorong pintu kamar mandi. Mertuanya sudah tak bernyawa dalam posisi tergantung dan leher terjerat seutas tali.

Menyaksikan mertuanya tewas dengan kondisi mengenaskan, Nur pun berteriak histeris. Jeritan Nur langsung mengundang kehadiran warga sekitar. Tak lama, tempat kejadian perkara (TKP) langsung dipadati warga yang ingin menyaksikan kejadian tersebut secara langsung.

"Tadi diketahui pertama sekali oleh menantunya. Saat itu menantunya mau mengantar sayur kerena anaknya tidak tinggal satu rumah. Mereka tinggal di Perumahan Padang Hijau. Pas masuk ke rumah awalnya masih sempat disuruh makan mertuanya. Tapi tidak ada jawaban," ujar Ani (30) yang merupakan adik dari menantu korban.

"Lantaran tidak ada jawaban, menantunya pun langsung melakukan pencarian. Setelah membuka kamar mandi, saat itulah dia menemukan mertuanya (korban) udah tergantung gitu. Langsung lah dia berteriak," sambung perempuan yang mengenakan kaos oblong warna hijau tersebut saat ditemui kru koran ini.

Namun seorang warga yang mengenal sosok Ahmad menduga aksi bunuh diri tersebut dilakukan pensiunan PTPN itu lantaran stres ditinggal anak-anaknya dan harus tinggal sendiri di hari tuanya.

MEDAN - Di usia senjanya, Ahmad Kahar (89) harus hidup sebatang kara di rumahnya. Sementara anak-anaknya memilih angkat kaki dan tinggal bersama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News