Buruh Pelabuhan Teluk Bayur Bentrok

Buruh Pelabuhan Teluk Bayur Bentrok
Buruh Pelabuhan Teluk Bayur Bentrok

jpnn.com - TELUK BAYUR - Lagi, buruh Pelabuhan Teluk Bayur berulah. Jika sebelumnya mogok kerja karena menuntut penyesuaian upah setara upah minimum provinsi (UMP), Selasa (22/7), dua kelompok buruh bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur terlibat baku hantam.

Buruh yang tergabung dalam Koperasi Bongkar Muat (Koperbam) dan buruh anak Nagari Gaung, bentrok di terminal curah kering Teluk Bayur, Selasa (22/7) siang.  

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (Grup JPNN) di lokasi kejadian, tawuran dipicu perebutan lahan bongkar muat di pelabuhan curah kering di dekat Pasar Gaung.

Tidak terima lahan mereka diganggu, salah satu kelompok buruh mendatangi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.

Dalam pertemuan para buruh dengan Kepala KSOP Jonggung Sitorus, suasana berubah panas hingga terjadi aksi pemukulan terhadap kepala KSOP.

Melihat kejadian itu, aparat keamanan yang sudah standby di lokasi, langsung bertindak. Beberapa orang dibawa ke Mapolresta Padang untuk dimintai keterangan.

Sedangkan Kepala KSOP Teluk Bayur, melaporkan tindakan kekerasan para buruh tersebut ke Mapolres.
 
Tokoh masyarakat dan Ketua Lembaga Pemasyarakatan (LPM) Gaung, Indra Dt Rajo Lelo yang ditemui di lokasi kejadian, mendesak perselisihan kedua kelompok buruh itu segera diselesaikan.

"Dalam waktu dekat, kami semua baik dari serikat koperasi Gaung, Koperbam, Adpel (KSOP) Teluk Bayur, Pelindo dan perusahaan PBM di Teluk Bayur serta masyarakat di Gaung dan Teluk Bayur akan mengadakan pertemuan guna menyelesaaikan persoalan bongkar muat di terminal curah kering," ujar Datuk Indra.

TELUK BAYUR - Lagi, buruh Pelabuhan Teluk Bayur berulah. Jika sebelumnya mogok kerja karena menuntut penyesuaian upah setara upah minimum provinsi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News