Calo PSB di Tangerang Patok Rp 9 Juta Untuk Bangku SMA

Calo PSB di Tangerang Patok Rp 9 Juta Untuk Bangku SMA
Calo PSB di Tangerang Patok Rp 9 Juta Untuk Bangku SMA

jpnn.com - TANGERANG – Percaloan penerimaan siswa baru (PSB) di Kota Tangerang terkuak. Ini terjadi setelah korbannya, menyambangi Polres Metro Tangerang untuk membuat laporan. Korban mengaku sudah menyetorkan Rp 9 juta agar anaknya dapat diterima di SMA Negeri 8 Kota Tangerang.

Saat menyambangi Polres Metro Tangerang, Hasanudin Faruq (51 tahun), warga Jalan Kameswara Nomor 22, Perumnas IV, RT 02/03, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, mengaku uang itu sudah disetorkan kepada pelaku bernama Linda Permatasari (36), yang diketahui warga Jalan Hanggada II No 36, Perumnas II, RT 02/10, Kelurahan Cibodas Baru, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. “Saya setor uang kepada dia (pelaku). Dia bilang bisa memasukkan anak saya ke SMA Negeri 8 Kota Tangerang,” ujarnya, seperti dilansir Indopos (Grup JPNN).

Setelah uang itu diserahkan, iming pelaku yang bisa memasukkan anaknya ke SMA 8 Kota Tangerang tidak terealisasi. Bahkan, pelaku menurut korban terkesan enggan mengembalikan uang yang telah disetorkan kepada pelaku. “Anak saya tidak jadi masuk di SMA 8. Saya minta uang dikembalikan, pelaku malah terkesan tidak mau mengembalikan,” ujarnya.

Atas kondisi ini Hasanudin pun mencoba melaporkan pelaku ke Polres Metro Tangerang. Laporan dibuat karena korban merasa sudah ditipu karena janji pelaku tidak terealisasi. Bahkan uang pun tidak dikembalikan pasca anaknya, dipastikan tidak masuk ke SMA 8 Kota Tangerang. 

Menurut korban, dirinya melaporkan kasus ini ke Polres karena memiliki bukti kwitansi pembayaran uang Rp 9 juta. Termasuk juga memiliki saksi. Menurut korban, pelaku mematok tarif Rp 5 juta untuk tingkat SMP dan Rp 8 juta sampai 9 juta untuk tingkat SMA. “Tidak saya saja yang tertipu,” katanya.

Hasanudin dan korban lainnya percaya karena pelaku mengaku memiliki jaringan yang luas. Di sisi lain, pelaku juga merupakan pengurus KONI Kota Tangerang di wilayah Kecamatan Cibodas. Linda yang dilaporkan oleh Hasanudin, mengakui telah menerima sejumlah uang. Hanya saja, Linda menampik menawarkan jasa kepada Hasanudin atau beberapa lainnya. Menurut Linda, Hasanudin lah yang meminta tolong kepadanya. “Saya sudah tolak namun, mereka terus memaksa. Jadi saya terima,” ujarnya.

Soal kebenaran dirinya mampu memasukkan anak ke sekolah negeri di Kota Tangerang, Linda mengatakan, dirinya hanya perantara. Tiap uang yang diterima terang Linda diserahkan kepada oknum lain. Sayangnya Linda bungkam terkait dengan oknum yang disebutnya tersebut. “Uang itu saya setorkan ke mereka,” kata Linda yang tetap bungkam saat ditanyai soal oknum dimaksud.

Kasat Reskrim Metro Tangerang AKBP Sutarmo membenarkan ada pelaporan. Sutarmo mengatakan kasus ini akan diproses secara tuntas untuk mengetahui apakah laporan ini benar adanya. “Akan diproses dulu. Dilihat dulu laporannya dan apakah nanti dilanjutkan atau tidak,” ujarnya.

TANGERANG – Percaloan penerimaan siswa baru (PSB) di Kota Tangerang terkuak. Ini terjadi setelah korbannya, menyambangi Polres Metro Tangerang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News