Pengungsi Sinabung Batal Pulang

Gunung Sinabung Luncurkan Awan Panas

Pengungsi Sinabung Batal Pulang
Hujan debu dari Gunung Sinabung. JPNN.com

jpnn.com - KARO - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali bergeliat. Kemarin siang (23/9), gunung yang setahun terakhir berstatus Siaga (level III) itu kembali mengalami erupsi. Alhasil, tahapan pemulangan pengungsi terpaksa ditunda sampai kondisi gunung kembali tenang.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat letusan terjadi pukul 13.43. "Letusan itu disertai luncuran awan panas sejauh dua kilometer yang mengarah ke tenggara," terang Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kemarin. erupsi itu dicatat terjadi selama 907 detik.
    
Sebelum meletus, di sekitar gunung setinggi 2.460 meter itu terjadi gempa beberapa kali. Sejak pukul 06.00-12.00 terjadi 44 kali gempa frekuensi rendah, 11 kali gempa hybrid, tremor terus menerus, dan 32 kali gempa guguran. Hingga semalam, aktivitas kegempaan masih tinggi.
    
Sutopo menjelaskan, letusan itu tidak mengakibatkan pengungsian. Hanya saja, para pengungsi yang ada saat ini diminta tetap bertahan di pengungsian karena tempat tinggal mereka belum aman. Jumlah pengungsi Sinabung saat ini 4.729 orang (1.440 KK) dan tersebar di 17 titik pengungsian.
    
Selain itu, ada pula pengungsi yang ditempatkan di hunian sementara sejumlah 6.179 orang. Mereka adalah warga tiga desa yang hendak direlokasi secara permanen. Yakni, desa Sukameriah, Bekerah, dan Simacem. Mereka disewakan rumah dan lahan pertanian oleh pemerintah.
    
Lahan untuk relokasi permanen bagi ketiga desa tersebut hingga kini masih belum siap. "Bupati Karo dan Gubernur Sumut menyiapkan lahan relokasi di kawasan hutan produksi tetap Siosar di Kecamatan Merek," tambah peneliti senior BPPT itu. (byu)


KARO - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali bergeliat. Kemarin siang (23/9), gunung yang setahun terakhir berstatus Siaga (level


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News