Sarapan Tongkol, Belasan Santri Keracunan

Sarapan Tongkol, Belasan Santri Keracunan
SARAPAN PAGI: Pelajar Ponpes Amal Islami Sukabumi, Jawa Barat, menjalani perawtan di Puskesmas Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Selasa (21/10). Foto: Ikbal/Radar Sukabumi/JPNN

jpnn.com - SUKABUMI – Kasus keracunan di kalangan pelajar terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Korbannya berjumlah 17 santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas VII dan Madrasah Aliyah (MA) Amal Islami.

Korban mengalami mual dengan wajah memerah, pusing, gatal, dan kejang-kejang. Seluruh korban diduga menyantap ikan tongkol saat sarapan sekitar pukul 06.30 WIB. Sarapan itu disediakan pihak dapur umum milik pondok pesantren di Kampung Lemburpasir, RT 01, RW 05, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, tersebut.

Korban lantas dilarikan ke Puskesmas Lembursitu, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Selasa (21/10). Berdasar pantauan Radar Sukabumi (JPNN Group), 17 santri yang terkulai lemah di IGD Puskesmas Lembursitu diberi slang infus di lengan. Sebanyak 6 santri telah dipulangkan lantaran kondisinya membaik. Sisanya, 11 santri, masih dirawat pihak puskesmas.

Pimpinan Ponpes Amal Islami Sukabumi Ustadz Deden Dahlan, 57, mengungkapkan bahwa kondisi yang dialami anak-anak saat ini baru kali pertama terjadi. Sebab, ikan yang ditengarai penyebab keracunan tersebut bukan kali pertama diperoleh pihak ponpes dari salah satu orang tua siswa asal Pelabuhan Ratu. Hanya, ikan itu dimasak pihak ponpes pada Senin (20/10).

Sementara itu, salah seorang korban, Muhammad Fahmi, 13, menyatakan pusing setelah memakan ikan tersebut. Selain itu, wajahnya tampak memerah dengan bintik-bintik kecil. Tidak lama kemudian, dia muntah dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas Lembursitu. ’’Sejam setelah saya makan ikan itu, rasanya pusing dan mual-mual. Bahkan, ada teman saya yang kejang-kejang,’’ ucapnya.

Di pihak lain, Kepala Puskesmas Lembursitu dr Wahyu Handriana menuturkan bahwa para pasiennya diduga itu mengalami keracunan makanan. Untuk memastikannya, tim medis Puskesmas Lembursitu tidak memperoleh sampel makanan untuk diuji di laboratorium Bandung.

’’Melihat dari gejalanya sih, kami menganalisis mereka itu keracunan makanan. Namun, kami belum bisa memastikan karena sudah tidak ada sampel makanannya. Sisa makanannya pun sudah dibuang dan dicuci,’’ terang dr Wahyu.

Saat ini, lanjut dia, seluruh korban telah mendapat pelayanan medis. (ren/JPNN)


SUKABUMI – Kasus keracunan di kalangan pelajar terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Korbannya berjumlah 17 santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) kelas


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News