BBM di SPBU Langka, Penjual Eceran Malah Menjamur

BBM di SPBU Langka, Penjual Eceran Malah Menjamur
Ilustrasi. FOTO: dok/jpnn

jpnn.com - KENDARI - Efek dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai dirasakan masyarakat, Kendari, Sulawesi Tenggara. Meski belum ada kejelasan kapan harga baru diumumkan, kelangkaan BBM jenis solar dan premium sudah terjadi. Kepadatan kendaraan pada beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pun mulai terlihat. Stok BBM pun sudah habis jelang malam, kemarin. 

Di Konawe juga demikian. Sekitar tiga SPBU yang ada di daerah itu bahkan sudah tak melayani pengisian bahan bakar karena kehabisan pasokan.
    
Antrian panjang juga terjadi utamanya kendaraan berbahan bakar solar. Sebagian sopir mengaku mengantri sejak dua hari terakhir. Anehnya meski di SPBU kehabisan stok bahan bakar, tetapi para pedagang pengecer justru menjamur di sekitar SPBU. "Aneh juga, pengisian jerigen dilarang tetapi penjual eceran justru sangat banyak," celetuk seorang pemilik kendaraan. 

Pengecer memang telah menjadi satu-satunya alternatif yang dipilih pemilik kendaraan setelah SPBU yang ada tidak mampu lagi melayani kebutuhan. Hargapun melambung dari sebelumnya Rp 8 ribu, kini menjadi Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu perbotol. "Padahal kenaikan BBM belum jelas kapan naiknya tapi sudah mulai langkah,"ujar Rafi warga Unaaha.
    
Pantauan Koran ini, di SPBU Pondidaha, SPBU  Wawotobi dan Unaaha terlihat kosong, hanya papan pengumuman "Premium Habis" yang terpampang di depan SPBU, sementara antrian kendaraan masih padat  di sepanjang jalan SPBU yang ada. Beberapa hari terakhir, antrian kendaraan mendadak banyak sehingga SPBU kewalahan melayani pembeli. "Biasanya untuk stok dua hari, tapi sekarang hanya setengah hari habis," kata Wira, Operator SPBU. 

Ketua Komisi II DPRD Konawe, Hj. Husnia Nuhung Makati meminta agar warga tidak terpancing dengan wacana kenaikan BBM. "Masyarakat harusnya menggunakan BBM secara bijak, kelangkaan ini kan dimanfaatkan beberapa pihak untuk melakukan penimbunan," katanya. (m2/imn/mas/cok)

KENDARI - Efek dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai dirasakan masyarakat, Kendari, Sulawesi Tenggara. Meski belum ada kejelasan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News