|
NASIONAL - HUKUM
Senin, 31 Agustus 2009 , 12:05:00
JAKARTA- Pemberantasan terorisme tampaknya menjadi perhatian khusus. Tak terkecuali dalam rapat antara anggota Komisi I DPR RI dengan jajaran Menko Polhukam di ruang rapat pimpian.
Dalam rapat ini hadir Menko Polhukam Widodo AS, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Menkum dan HAM Andi Mattalatta, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Mendagri Mardiyanto. Rapat itu juga dihadiri utusan dari Menteri Luar Negeri dan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan dan Kepada BIN.
“Rapat kerja kali ini dilaksanakan antara komisi secara khusus membahas ancaman terorisme, pemberantasan dan penanganannya,” kata Ketua Komisi I DPR, Theo L Sambuaga, Senin (31/8). Lebih lanjut dikataknya dalam rapat kerja ini dibahas mekanisme pemberantasan terorisme. Tak hanya itu yang paling menjadi perhatian adalah koordinasi aparatur negara dalam memberantas terorisme.
“Untuk membahas secara mendalam upaya pemerintah dan seluruh jajaran aparatur untuk membahas kejahatan kemanusiaan ini, jangan sampai akhirnya dalam kasus teroris ini semakin merajalela,” kata Theo.
Seperti yang dikatakan Menko Polhukam Widodo AS,kebijakasan dasar dalam pembahasan rapat ini tak lain soal pemberantasan terorisme diantaranya penegakan supremasi hukum, memantapkan koordinasi dan sinergi, membangun kapasitas, membangun dukungan lingkungan dan membangun kerjasama internasional. “Tidak mungkin ditangani satu sektor, atau satu negara saja, kita perlu koordinasi, sinergi dan kerjasama lintas sektor bahkan lintas negara,” kata Widodo.
Lebih lanjut dikatakannya sejak kasus peledakan Bom Bali-2 pada Oktober 2005 silam, pemerintah bekerja keras, baik dalam rangka upaya pengungkapan dan penangkapan pelaku. Maunpun upaya pencegahan guna menciptakan situasi keamanan yang stabil. “Kita dapat mencatat bahwa selama 4 tahun (2005-2009), tidak terjadi aksi atau serangan teror,” tambah Widodo.
Tak hanya itu perkembangan terakhir masalah terorisme juga sempat kembali dibahas dalam rapat ini, kasus peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Rizt Carlton pada Jumat (17/7) lalu. Deretan kasus bom pada masa lalu, tahun 1998, peledakan bom di Atrium, tahun 1999 peledakan bom di Istiqlal.
2000 peledakan bom di depan Kedubes Filipina dan BEJ. 2001 peledakan bom di Atrium/Senen yang kedua kali. 2002, peledakan Bom Bali-I. 2003 peledakan di Hotel JW Marriott, 2004 peledakan bom di depan Kedbes Austalia/Kuningan. 2005 peledakan bom Bali-2. (rie/JPNN)
|