Indonesia Butuh Kedaulatan Cyber untuk Bendung Radikalisme

Indonesia Butuh Kedaulatan Cyber untuk Bendung Radikalisme
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Internet menjadi pintu utama bagi banyak informasi termasuk paham radikal. Indonesia harus punya kedaulatan cyber terlebih dahulu, sehingga arus informasi termasuk paham radikal bisa dikontrol dengan standar negara demokratis namun mengutamakan kepentingan nasional.

Anggota Komisi 1 Dewan Permusyawaratan Rakyat (DPR RI) Arief Suditomo menjelaskan, pada intinya Indonesia harus memiliki kedaulatan cyber terlebih dahulu.

“Sehingga arus informasi bisa dikontrol dengan standar negara demokratik namun tetap mengutamakan kepentingan nasional diatas segalanya. Setelah kedaulatan cyber bisa kita tegakkan, berbagai konten digital/elektronik yang membahayakan negara, akan dapat kita lakukan preventif action" kata pria yang juga Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE) Jumat (24/6).

Pernyataan ini merupakan tanggapan dari makin gencarnya penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui internet (dunia maya). Salah satu aksi terorisme yang pelakunya teradikalisasi melalui dunia maya adalah kasus penembakan membabi buta oleh tersangka Omar Matten di sebuah kelab malam di Orlando, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Serangan itu menewaskan sekitar 50 orang. Hal senada diungkapkan dosen ilmu komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya Yuli Candrasari.

Menurutnya, kedaulatan cyber itu penting untuk mengantisipasi dan meminimalisasi dampak negatif internet. Terutama penggunaan media sosial yang saat ini banyak dimanfaatkan untuk propaganda paham radikalisme dan terorisme.

“Agama dan ajaran adalah masalah keyakinan individu. Biasanya individu mengakses internet dan browsing-browsing informasi yang sesuai dengan pikiran dan keinginannya,” ujarnya.

“Jika hasil browsing di internet itu  sama dengan pemikirannya, maka akan memperkuat bahwa paham itu benar, lalu dia akan melakukan seperti informasi yang dia dapatkan termasuk yang radikal. Internet menjadi pintu utama bagi banyak informasi, “ kata Yuli.

JAKARTA – Internet menjadi pintu utama bagi banyak informasi termasuk paham radikal. Indonesia harus punya kedaulatan cyber terlebih dahulu,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News