DAU Ditunda, Gubernur: Cut Saja Programnya, Selesai

DAU Ditunda, Gubernur: Cut Saja Programnya, Selesai
Ahmad Heryawan. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - BANDUNG - Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 225 miliar jatah Pemerintah Provinsi Jawa Barat termasuk yang ditunda pembayarannya oleh kemenkeu.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 125/PMK.07/2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian DAU tahun anggaran 2016 membuat kekhawatiran belanja pegawai terganggu.

“Tapi kita sudah ada strategi menyikapi penundaan ini, pokoknya belanja pegawai dan modal tidak terganggu,” katanya di Gedung Sate kemarin (28/8).

Menurutnya, dengan  penundaan sebesar itu pihaknya akan berkreasi menutup bolong belanja pegawai dengan memenuhi anggaran dari target kelebihan anggaran (Silpa). “Penundaan DAU besar juga, tapi kita upayakan tutup dari pendapatan yang lain juga efisiensi,” tuturnya.

Heryawan menegaskan selain dari Silpa, pihaknya juga menuntut organisasi perangkat daerah untuk mengoreksi sejumlah program. 

Jika program diprediksi tidak berjalan dan targetnya tidak sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) maka lebih baik dihentikan. “Cut saja programnya, selesai,” katanya.

Pihaknya juga berhitung kekurangan pendapatan ini bisa ditolong oleh target pendapatan dari Dispenda yang selalu tinggi. Menurutnya banyak aspek di APBD provinsi tersebut yang bisa dihemat dari mulai perjalanan dinas, rapat hingga kegiatan non fisik. 

“Yang tidak dihemat hanya gaji PNS, Tunjangan Perbaikan Penghasilan atau TPP dan belanja modal,” paparnya.

BANDUNG - Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 225 miliar jatah Pemerintah Provinsi Jawa Barat termasuk yang ditunda pembayarannya oleh kemenkeu. Gubernur

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News