Rio Ferdinand. Foto: Getty Images.
MANCHESTER - Baru saja
comeback, Rio Ferdinand kembali tidak bisa memperkuat Manchester United. Kali ini tidak karena cedera. Tapi, pemain berusia 31 tahun itu dikenai sanksi larangan empat kali bertanding oleh FA, setelah terbukti dengan sengaja menyikut pemain Hull, Craig Fagan.
Sebetulnya Ferdinand hanya dijatuhi sanksi larangan bermain di tiga pertandingan. Hukuman dinaikkan menjadi empat laga karena Ferdinand "melawan" dan tetap bermain ketika United menang 3-1 atas Manchester City di
leg kedua semifinal Carling Cup, Rabu (27/1) kemarin.
Dengan putusan itu, Ferdinand yang sebelumnya absen tiga bulan karena cedera punggung, akan absen lagi saat United menghadapi Arsenal, Portsmouth, Villa dan Everton. Dia baru bisa kembali memperkuat
The Red Devils, sebutan Manchester United, di ajang final Carling Cup melawan Aston Villa, yang akan digelar di Wembley pada 28 Februari mendatang.
Sanksi berat itu membuat gerah kubu Setan Merah yang memang tengah bermasalah dengan lini belakang. Manajer Sir Alex Ferguson pun tengah berpikir untuk melakukan banding. "Kami harus memutuskan apakah akan melakukan banding, karena ada cara yang berbeda mengenai keputusan itu dibuat," ujar Ferguson seperti dilansir situs
Goal.
Manajer asal Skotlandia itu kemudian membandingkan apa yang dialami anak buahnya itu dengan kejadian serupa di laga lain. "Saya pernah menyaksikan pertandingan antara Leyton Orient dengan Charlton pada hari Senin. Dalam laga itu, ada yang menyikut pemain Charlton hingga tiga kali saat membawa bola. Namun tidak ada keputusan apapun yang dibuat. Di sini banyak hal membingungkan, meski kami menerima Rio dihukum," beber Ferguson.
Sementara itu, menyongsong laga sarat gengsi melawan tuan rumah Arsenal, Ferguson meminta kepada pendukung United untuk berlaku sopan dengan tidak mencaki-maki pelatih tuan rumah, Arsene Wenger, yang di laga-laga sebelumnya selalu menjadi langganan cemoohan para suporter Setan Merah.
"Saya tahu banyak caci-maki dari suporter kami kepada Arsene Wenger. Tapi semua sudah digariskan. Mereka harus tahu apa yang semestinya dilakukan. Caci-maki kepada manajer tidak bisa dihindarkan. Saya merasakannya sendiri, dan nyaris semua manajer mengalaminya. Kadang-kadang saya tidak tahu dengan itu dan tidak menghiraukannya. Tapi semuanya harus tetap dikontrol," beber Ferguson.
(ali)